Pengakuan Calon Hakim Agung RI: Ditawari Uang Demi Menangkan Praperadilan

Calon-Hakim-Agung-Alimin-Ribut-Sujono.jpg
Calon Hakim Agung, Alimin Ribut Sujono (komisiyudisial.go.id)

RIAU ONLINE - Pengakuan mengejutkan diungkap calon Hakim Agung, Alimin Ribut Sujono. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang dari rekannya sesama hakim untuk memenangkan gugatan praperadilan.

Hal ini diungkap Alimin dalam fit and proper test calon Hakim Agung di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis, 11 September 2025.

Alimin awalnya ditanyai soal pengalaman menjadi hakim oleh anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman. Alimin mengaku sudah 28 tahun malang melintang di dunia peradilan.

"Saya tanya, selama 28 tahun itu pernah nggak menerima hadiah?" tanya Benny.

"Di Maumere pernah, Pak. Ayam sama telur Pak. Jadi setelah putus beberapa waktu kemudian, hampir 1 bulan, itu datang beri ayam dan telur," ungkap Alimin, dikutip dari kumparan.

Benny lalu menimpali pernyataan Alimin. Dia menyebut pemberian berupa ayam dan telur hanya terjadi di daerah saja. Beda dengan di kota-kota besar.

"Kalau di Jakarta pernah enggak menerima hadiah?" cecar Benny.

"Tidak, Pak," jawab Alimin.

"Apakah pernah ada yang menawarkan hadiah?" tanya Benny.

"Secara langsung tidak pernah, cuma menyinggung-nyinggung," ujar Alimin.


Benny lalu mendalami sosok yang menawarkan hadiah tersebut kepada Alimin. Alimin mengaku tawaran itu datang dari rekannya sesama hakim.

"Bapak bilang tadi secara langsung tidak pernah, maka secara tidak langsung pernah?" cecar Benny.

"Orang nyampaikan, Pak. Orang nawarkan gitu," ucap Alimin.

"Orang itu siapa?" tanya Benny lagi.

"Rekan hakim, Pak," beber Alimin.

Benny masih terus mencecar Alimin. Kini, dia menanyakan bentuk hadiah yang ditawarkan oleh oknum hakim tersebut.

"Dia menawarkan apa? Hadiah apa?" cecar Benny.

"Materi, Pak," jawab Alimin.

"Apa itu?" tanya Benny memperjelas.

"Ya uang," ungkap Alimin.

"Berapa banyak?" tanya Benny lagi.

"Dia nggak sebutkan, Pak. Karena saya enggak tanggapi, sudah," jelas Alimin.

"Dalam kasus apa?" cecar Benny.

"Praperadilan," jawab Alimin.