Canggih, Sabusabu 30 Gram Diselundupkan Pakai Drone di Lapas Samarinda

sabusabu19.jpg
((Foto: ANTARA.))

RIAU ONLINE, SAMARINDA-Pada Kamis, 1 September 2022 terjadi penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 30 gram di dalam lapas Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas II A Samarinda, Hidayat mengatakan, penyelundupan sabu-sabu tersebut diketahui melalui pesawat drone.

"Petugas piket melihat ada pesawat drone melintas di area lingkungan lapas pada Kamis, 1 September 2022 malam, sekitar pukul 20.20 WITA," ujar Hidayat di Samarinda pada Jumat, 2 September 2022 dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan, petugas jaga lapas mendengar suara drone yang meninggalkan area lingkungan lapas melintasi blok rehabilitasi.

Setelag itu, petugas mencurigai kemudian langsung melakukan pemeriksaan di area blok rehabilitasi. Kemudian, mereka ditemukan bungkusan cemilan mie yang mencurigakan.

"Kejadian itu langsung disampaikan kepada Komandan," jelas Kalapas.

Setelag itu, komandan jaga memerintahkan anggota jaga lainnya untuk mencari dan mengecek keberadaan drone tersebut, akan tetapi tidak ditemukan.

Karena drone tidak ditemukan, petugas blok pun membawa bungkusan cemilan mie tersebut untuk dilaporkan kepada komandan jaga selanjutnya dilaporkan ke Kalapas.

Setelah dilakukan pelaporan berjenjang, kemudian Kalapas bersama petugas regu jaga membuka bungkusan tersebut yang hasilnya diduga narkoba jenis sabu seberat lebih kurang 30 gram.

Selanjutnya, Kalapas melaporkan kejadian tersebut ke Kadivpas dan Kakanwil serta ke Polresta Samarinda untuk proses lebih lanjut.

"Saya mengapresiasi kepada petugas piket dan petugas jaga atas penggagalan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas ini, dan kita terus perkuat deteksi dini keamanan," terang Hidayat.

Ia melanjutkan, hal tersebut dianggap sebagai bentuk nyata bahwa Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda terus memberantas dan melawan penggunaan dan peredaran Narkoba dikutip dari suara.com

"Cara penyeludupan narkoba menggunakan pesawat drone kali ini baru pertama kali terjadi, namun berkat kesigapan petugas aksi tersebut berhasil kami gagalkan," pungkas Hidayat.