Miris, Pencemaran Sungai Siak Sudah Mirip Pencemaran di Sungai Citarum

Gubri-Andi2.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mendapat pesan yang cukup mengagetkan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan terkait kondisi terkini dari Sungai Siak.

Sungai yang menghubungkan beberapa wilayah di Riau ini disebutkan Luhut, tengah dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Bahkan, pria yang pernah tinggal dan bersekolah di SMP 1 Pekanbaru itu mengatakan kondisi Sungai Siak kini hampir mendekati pencemaran sungai yang berada di Jawa Barat. Yakni Sungai Citarum.

Baca juga:

Satu Pelajar Hilang Usai Lompat Dari Kapal Tenggelam Di Sungai Siak

Pak Janggut, Saksi Sisa-Sisa Kejayaan Pembuat Sampan Di Tepi Sungai Siak

Dimana, sungai ini tengah tercemar oleh sampah rumah tangga, barang-barang bekas sampai sampah yang tak mudah terurai yaitu sampah pelastik.

"Saya kemarin bertemu dengan Menko Maritim diingatkan soal lingkungan. Termasuk sungainya," katanya dihalaman kantornya saat menjadi inspektur apel bersama, Rabu, 27 Desember 2017.

"Saya terkejut apa yang di paparkan oleh Menko Maritim karena Riau juga punya masalah yang sama seperti yang ada di Jawa Barat,"imbuhnya.

Meskipun Gubri tak menyebutkan data, namun Luhut menambahkan bahwa dalam menyikapi persoalan ini, Riau harus lebih serius lagi kalau tidak ingin sungainya seperti di wilayah tetangganya itu.

"Menyikapi hal ini supaya Dinas terkait saya minta untuk serius tangani dampak ini. Karena ini akan menentukan hasil kedepannya. Saya terkejut apa yang di paparkan oleh Menko Maritim karena Riau juga punya masalah yang sama seperti di Jawa Barat," tegasnya.

Sementara itu, pencemaran Sungai Citarum sudah menjadi masalah nasional. Seperti dirilis greenpeace.org, sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa barat inisangat mempengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya.

Mulai dari hulu hingga hilir, masyarakat sekitar sangat tergantung dari airnya. Seperti memenehui kebutuhan rumah tangga, irigasi, pertanian, peternakan dan Industri. Dengan perkembangan industri di Sepanjang DAS citarum dan tidak terkelolanya limbah industri merupakan salah satu penyebab pencemaran sungai.

Ironisnya, berkebalikan dengan nilai historis dan signifikansi Citarum bagi bangsa Indonesia, saat ini Citarum sedang mengalami krisis. Air yang mengalir melalui Citarum telah tercemari oleh berbagai limbah, yang paling berbahaya adalah limbah kimia beracun dan berbahaya dari industri.

Saat ini di daerah hulu Citarum, sekitar 500 pabrik berdiri dan hanya sekitar 20 persen saja yang mengolah limbah mereka, sementara sisanya membuang langsung limbah mereka secara tidak bertanggung jawab ke anak sungai Citarum atau ke Citarum secara langsung tanpa pengawasan dan tindakan dari pihak yang berwenang (pemerintah). Kondisi Citarum saat ini merupakan potret parahnya pengelolaan air permukaan di Indonesia.

Jika tak segera diatasi, Sungai Siak yang memiliki sejarah panjang di Riau bakal mengalami nasib serupa dengan Citarum.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id