Mengenal Cortisol Face, Saat Wajah Berubah Akibat Stres

Stress2.jpg
Ilustrasi stress/Pixabay (pixabay)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Warganet tengah ramai membahas istilah cortisol face, yang mengacu pada perubahan bentuk atau penampilan wajah yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh.

Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan penting dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, sistem imun, serta respons tubuh terhadap stres.

Ketika kadar kortisol terlalu tinggi dalam Waktu yang lama, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda fisik tertentu, salah satunya pada wajah. Inilah yang kemudian disebut sebagai cortisol face.

Dikutip dari KUMPARAN, cortisol face umumnya tidak mengalami rasa sakit. Tapi apabila kondisi itu diiringi rasa nyeri maka kamu harus segera periksa ke dokter. Sebab hal itu bisa menjadi pertanda sindrom cushing. Yaitu kondisi gangguan hormonal langka yang diakibatkan tingginya produksi kortisol.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan kortisol secara signifikan dalam tubuh, sehingga memicu cortisol face. Stres kronis akibat tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kecemasan berkepanjangan menjadi salah satu factor Utama.


Selain itu, kurang tidur serta konsumsi kafein dan alkohol berlebihan menjadi pemicu produksi kortisol. Pola makan tinggi gula dan karbohidrat serta penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, seperti prednison atau deksametason juga merupakan salah satu faktor pemicu produksi kortisol.

Untuk membantu menormalkan kadar kortisol dan memperbaiki penampilan wajah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan secara konsisten:

  • Tidur yang cukup

  • Kelola stress

  • Perbaiki pola makan

  • Olahraga secara teratur

  • Kurangi konsumsi alkohol dan rokok

Jika perubahan pada wajah disertai gejala lain seperti berat badan naik drastis, tekanan darah tinggi, atau kelelahan ekstrem, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan kadar kortisol darah atau urin bisa membantu menentukan apakah ada gangguan hormonal seperti sindrom Cushing.