RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengajak perusahaan dan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat tata kelola hutan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat audiensi bersama Direktur Utama PT Patala Unggul Gesang (PUG), Nazir Foead, di Ruang Kerja Sekda Provinsi Riau, Rabu 28 Oktober 2026.
Syahrial mengatakan, perbaikan tata kelola perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pengelolaan kehutanan harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Karena itu, kolaborasi dan komitmen seluruh pihak sangat diperlukan agar persoalan yang ada dapat ditangani secara berkelanjutan," ujarnya.
Dalam hal ini, Syahrial ingin mengedepankan pendekatan dialog untuk menyelesaikan persoalan secara terukur.
Sementara itu, Direktur Utama PT Patala Unggul Gesang (PUG), Nazir menyampaikan pihaknya juga membahas perkembangan tata kelola kehutanan di daerah, termasuk pengendalian titik api bersama Pemprov Riau.
Dimana, perusahaannya juga memaparkan perkembangan program remediasi yang telah diuji coba selama hampir dua tahun untuk membantu memperbaiki persoalan masa lalu dalam operasional perusahaan kehutanan.
"Tata kelola kehutanan di Riau yang selama ini menunjukkan perkembangan, termasuk dari sisi jumlah titik api yang relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera. Kami juga menyampaikan perkembangan program remediasi yang sudah berjalan hampir dua tahun," jelasnya.
Nazir menjelaskan, program remediasi mendorong perusahaan mengakui persoalan yang terjadi pada masa lalu sekaligus menjalankan langkah perbaikan. Hasil dari program ini akan dibahas kembali pada 17 November 2026.
Dalam pembahasan itu, masyarakat yang terlibat l akan menjadi pihak utama yang menyampaikan pengalaman serta perkembangan kesepakatan yang telah dicapai bersama perusahaan.
"Kami berharap melalui program ini, dapat membantu menemukan penyelesaian konflik sosial sekaligus mendorong perbaikan ke depan," pungkasnya.

