RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah wilayah Riau turut mendapat sorotan dari mantan Gubernur Riau sekaligus Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) Riau Brigadir Jenderal TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution. Ia mendesak instansi berwenang membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memberantas dugaan mafia solar yang dinilai menjadi salah satu penyebab kelangkaan.
Pernyataan itu disampaikan Edy Natar setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Riau bersama sejumlah organisasi masyarakat, Rabu, 23 September 2026.
Edy Natar mendesak agar persoalan kelangkaan solar segera ditangani. Ia menilai aparat yang memiliki kewenangan harus mampu menjalankan tugas untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Kalau tidak bisa, ya Kapolda suruh pindah dari Riau, gitu lho. Kalau enggak bisa, Pangdam suruh pindah dari Riau. Mereka ditunjuk untuk bisa menyelesaikan tugas, kalau ga bisa pindah saja, tidak ada gunanya di sini," tegas Edy Natar.
Pernyataan tersebut kemudian dibagikan RIAU ONLINE melalui media sosial Instagram dan Facebook. Unggahan itu mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah warganet.
Warganet menyoroti dugaan adanya permainan dalam distribusi solar subsidi hingga dugaan keterlibatan oknum tertentu. Salah satu warganet bahkan menduga solar dialihkan untuk kemudian dijual dengan harga industri.
"Minyak dilansir dan dibekingi aparat dan dijual dengan harga industri," ujar Suw***.
Komentar senada disampaikan Simat***. Ia menilai permainan BBM tidak akan berjalan apabila tidak ada pihak yang memberikan perlindungan.
"Kalau tidak ada beking mafia BBM, pasti tidak berani main. Ini malah aparat jadi mafia BBM," sindirnya.
Warganet juga menuding pihak-pihak yang mengetahui persoalan tersebut justru memilih diam. "Mereka bukan tidak tahu, tapi mereka semua bermain," timpal Sukr****.
"Penampung solar sama-sama tahu lah kita siapa orangnya," katanya.
"Bagaimana mau angkat kaki, mereka juga dapat tetesan BBM-nya," lanjut Lamb***.
"Intinya mafia minyak di Riau susah diberantas, ada nyali?" kata Sof*** .
"Mereka juga yang bekingi mafia solar, kek mana mau berantas. Gak makan anak bininya nanti," sindir Majo***.
Selain menyoroti dugaan permainan distribusi BBM, sejumlah warganet juga menyoroti kondisi Riau sebagai daerah penghasil minyak bumi.
"Daerah penghasil minyak terbesar, tapi warganya antre di SPBU, langka pula," tulis Sariy***.
"Setuju, Pangdam dan Kapolda yang beking mafia minyak," ujar Flo***.
"Pemain solar dari orang-orang mereka juga," katanya.
"Minyak diminum aparat korup," sebut Adr****.
"Gak ada yang berani, Pak Edy, mungkin sudah terima setoran," kata Mulya***.

