RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kualitas udara di kawasan Panam, Kota Pekanbaru, memburuk pada Kamis 10 September 2026 pagi. Konsentrasi polutan PM2.5 yang tinggi membuat kualitas udara di kawasan tersebut masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan data indeks kualitas udara (AQI⁺) pada pukul 08.00 WIB yang dilihat Riau Online di situs iqair.com, kawasan Panam yang mencakup wilayah Kecamatan Tuah Madani dan Binawidya mencatat AQI⁺ US sebesar 182.
Angka tersebut menempatkan Panam sebagai salah satu kawasan dengan kualitas udara terburuk di Kota Pekanbaru pada pagi hari.
Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 100,2 µg/m³. Kondisi ini menunjukkan tingginya partikel halus di udara yang dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Memburuknya kualitas udara di kawasan Panam diduga berkaitan dengan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.
Asap akibat karhutla dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah perkotaan, termasuk kawasan Panam yang berada di bagian barat Kota Pekanbaru.
Selain tingginya konsentrasi PM2.5, kondisi cuaca pada pagi hari juga menunjukkan kelembapan udara mencapai 97 persen, dengan suhu sekitar 24 derajat Celsius dan kecepatan angin sekitar 3 km/jam.
Dengan AQI⁺ 182, masyarakat di kawasan Panam diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Kondisi kualitas udara ini juga perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, mengingat kabut asap akibat karhutla masih berpotensi memengaruhi sejumlah kawasan di Pekanbaru.

