Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Tiga Terburuk di Indonesia

Daftar-pemantauan-kualitas-udara.jpg
Daftar pemantauan IQAir (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Berdasarkan data real-time IQAir yang dipantau pada pagi ini, Senin 7 September 2026. Pekanbaru menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 183.

Angka tersebut menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori tidak sehat (Unhealthy). Kondisi ini menunjukkan paparan polusi udara mulai berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Dalam daftar pemantauan IQAir, Pontianak, Kalimantan Barat, berada di posisi pertama dengan AQI mencapai 693 atau kategori berbahaya (Hazardous). Sementara Jambi berada di urutan kedua dengan AQI 206 yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Setelah itu, Pekanbaru berada di posisi ketiga dengan AQI 183. Posisi berikutnya ditempati Tangerang Selatan dengan AQI 151, Serpong 149, Surabaya 122, Jakarta 101, Tabanan 100, Balikpapan 93, dan Palembang 92.

AQI 183 menunjukkan kondisi udara Pekanbaru sudah berada pada level yang perlu diwaspadai. Masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, sementara masyarakat umum juga perlu mempertimbangkan untuk membatasi paparan udara luar apabila kualitas udara terus memburuk.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Pekanbaru karena kualitas udara di wilayah Riau kerap dipengaruhi oleh peningkatan konsentrasi partikel halus, terutama PM2.5, yang dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan.

Jika konsentrasi PM2.5 meningkat, partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat terhirup hingga ke bagian dalam sistem pernapasan.

Dengan posisi Pekanbaru yang masuk tiga besar kota dengan polusi udara terburuk dalam pemantauan tersebut, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

Warga Pekanbaru, khususnya kelompok rentan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah.



Kondisi udara juga perlu terus dipantau karena indeks kualitas udara bersifat dinamis dan dapat berubah dalam hitungan jam, bergantung pada kondisi cuaca, arah angin, serta sumber emisi di sekitar wilayah Pekanbaru.

Berikut 10 kota dengan AQI tertinggi dalam pantauan tersebut:

1. Pontianak — AQI 693, berbahaya

2. Jambi — AQI 206, sangat tidak sehat

3. Pekanbaru — AQI 183, tidak sehat

4. South Tangerang — AQI 151, tidak sehat

5. Serpong — AQI 149, tidak sehat bagi kelompok sensitif

6. Surabaya — AQI 122, tidak sehat bagi kelompok sensitif

7. Jakarta — AQI 101, tidak sehat bagi kelompok sensitif

8. Tabanan — AQI 100, sedang

9. Balikpapan — AQI 93, sedang

10. Palembang — AQI 92, sedang

Angka AQI di atas merupakan data real-time sebagaimana informasi yang diberikan, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu.