Karo Ops dan Irwasda Polda Riau Dimutasi, Ini Penggantinya

Kantor-Polda-Riau2.jpg
Kantor Polda Riau (DEFRI CANDRA/RIAUONLINE.CO.ID)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi di tubuh Polri dengan merotasi dan memutasi 146 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1584/VII/KEP./2026 tertanggal 30 Juli 2026, yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Pol Anwar. 

Dari daftar mutasi tersebut, Polda Riau menjadi salah satu satuan kerja yang mengalami perubahan penting, terutama pada jabatan strategis di tingkat Pejabat Utama (PJU). 

Pergantian ini mencakup posisi Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Kepala Biro Operasi (Karoops).

Berdasarkan isi surat telegram yang diterima Riau Online, Jumat, 31 Juli 2026, Irwasda Polda Riau Kombes Pol Prabowo Santoso, dimutasi sebagai Pamen Lemdiklat Polri. 

Jabatan yang ditinggalkannya selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Ino Harianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Karoops Polda Riau.



Sementara itu, posisi Karoops Polda Riau yang ditinggalkan Kombes Pol Ino Harianto kini diisi oleh Kombes Pol Edison Ludi Bard Sitanggang.

Sebelum mendapat amanah baru di Bumi Lancang Kuning, Edison bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri dalam rangka Dikbangti Tahun Anggaran 2026.

Mutasi tersebut menunjukkan adanya regenerasi sekaligus penyegaran di jajaran pimpinan Polda Riau, khususnya pada dua posisi yang memiliki peran vital dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Sebagai Irwasda Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto akan bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan program, penggunaan anggaran, hingga memastikan tata kelola organisasi berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan profesionalisme.

Sedangkan Karoops Polda Riau memiliki peran sentral dalam menyusun, mengendalikan, serta mengevaluasi berbagai operasi kepolisian, mulai dari pengamanan agenda nasional, penanggulangan bencana, hingga operasi pemberantasan kejahatan dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari sistem pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

Pergantian pejabat diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam pelaksanaan tugas serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.