RIAU ONLINE, PEKANBARU – Transformasi teknologi yang berkembang pesat di era digital menjadi perhatian serius bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Irfan Ramadani.
Berangkat dari keresahannya terhadap pola penggunaan teknologi di kalangan generasi muda, mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara asal Kota Pekanbaru itu berhasil meraih Silver Medal pada ajang Mandalika Essay Competition 8 (MEC 8) tingkat nasional.
Kompetisi tersebut digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 16–18 Mei 2026 dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ajang yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram itu mengusung tema “Indonesia Hebat 2035: Arah Baru Pembangunan dari Sudut Pandang Generasi Muda.”
Dalam kompetisi tersebut, Irfan membawakan esai berjudul “Kurikulum NEXA: Next Education Architecture untuk Indonesia 2045.” Melalui gagasannya, ia menawarkan konsep pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dengan menempatkan teknologi dan pola pikir kritis sebagai bagian utama dalam sistem pembelajaran.
Menurut Irfan, sistem pendidikan di Indonesia perlu bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital yang semakin masif.
Ia menilai generasi muda saat ini memang sangat dekat dengan teknologi, namun belum semuanya memahami cara memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
“Saya melihat banyak anak muda memanfaatkan AI hanya untuk kebutuhan instan tanpa memahami bagaimana teknologi itu bekerja. Padahal kalau dipahami dengan benar, AI bisa menjadi alat yang sangat membantu untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas berpikir,” ujarnya, Jumat 22 Mei 2026.
Dalam esainya, Irfan menjelaskan bahwa Kurikulum NEXA dirancang untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami logika, etika, serta cara kerja di balik perkembangan teknologi tersebut.
Konsep itu memadukan pendekatan Artificial Intelligence literacy, design thinking, creative problem solving, dan project-based learning dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan inovatif agar generasi muda siap menghadapi perubahan zaman.
“Teknologi seharusnya membuat generasi muda lebih kritis dan inovatif, bukan justru membuat mereka bergantung secara pasif. Karena itu pendidikan perlu mulai diarahkan pada pembentukan pola pikir, bukan hanya mengejar nilai akademik,” tambahnya.
Selama mengikuti kompetisi di Lombok, Irfan mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari sesi presentasi karya ilmiah hingga diskusi akademik bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menilai kompetisi tingkat nasional memberikan pengalaman berharga karena setiap peserta membawa gagasan dan persoalan yang berbeda sesuai latar belakang daerah masing-masing.
“Saya belajar banyak selama mengikuti MEC 8. Tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan gagasan dengan percaya diri, menerima masukan, dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah,” katanya.
Keberhasilan meraih Silver Medal tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Irfan Ramadani sekaligus membawa nama baik UIN Suska Riau di tingkat nasional.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berani membawa gagasan terbaik hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

