Atasi Persoalan Disfungsi Ereksi dengan Terapi Gelombang Kejut

dr-Wisnu-laksmana-SpU.jpg
(Istimewa)

Laporan: ELIZABETH

RIAU ONLINE, JAKARTA - Persoalan Disfungsi Ereksi (DE) atau oleh orang awan biasa disebut impotensi menjadi salah satu sumber ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Oleh karenanya, suami yang mengalami persoalan ini, disarankan untuk mencari pengobatan karena DE masih bisa disembuhkan.

Beragam cara dan metode baik medis maupun alternatif yang bisa dipilih. Dari bidang medis, salah satu metode yang layak dipertimbangkan adalah dengan terapi gelombang kejut atau terapi Linier Shock Wave Therapy (LSWT).

Dan salah satu Rumah Sakit (RS) yang menyediakan fasilitas ini adalah RS Bedah Surabaya (RSBS).

"Dengan kemajuan teknologi saat ini sudah ada alat-alat yang bisa membantu menyelesaikan persoalan DE," kata dr Wisnu laksmana SpU.

Pasien penderita DE bisa terbantu dari masalah harus minum obat2an terus menerus. Sebab, menurut dr. Wisnu, pemberian obat-obatan secara rutin dalam jangka panjang tidak baik bagi pasien itu sendiri.

Spesiali Bedah Urologi ini menguraikan, setiap pasien dengan masalah disfungsi ereksi (DE) maka langkah pertamanya adalah pemeriksaan holistik. Tujuannya untuk mencari akar persoalan.

Apakah gangguan tersebut berkaitan dengan psikososial, gangguan medis atau gabungan keduanya. Kasus pengaruh psikososial, misalnya bagaimana hubungan suamiistri, lingkungan tempat kerja, lingkungan keluarga dan masalah kehidupan sosial lainnya.

"Masalah kehidupan sosial pasien perlu kita gali, karena erat kaitannya dengan DE. Banyak lo, orang DE itu disebabkan karena faktor psikis atau pikiran," kata alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Apabila ternyata DE disebabkan persoalan teknis kesehatan, mulai pemberian obat sampai yang terakhir penggunaan alat therapy Linier Shock Wave Therapy (LSWT) atau terapi gelombang kejut.

"Penggunaan LSWT sebagai pilihan terakhir," papar Wisnu.

Cara kerja LSWT yakni dengan memberikan 300 kali tembakan dengan gelombang kejut di empat tempat masing-masing di kiri dan kanan batang penis, serta di kiri kanan bawah buah zakar.

"Tidak terasa sakit cuma clekit-clekit dikit. Therapy ini memakan waktu satu jam lamanya," jelas Wisnu.

Tembakan dengan gelombang kejut tersebut diharapkan lapisan dinding pembuluh darah yang rusak bisa mengelupas, kemudian dirangsang untuk membentuk sel baru sehingga kualitas pembuluh darah bisa kembali normal.

Kualitas pembuluh darah di penis itu sendiri, lanjut Wisnu, bukan sekadar untuk mengeraskan atau mengencangkan penis saja, tetapi sekaligus untuk menjaga agar durasi hubungan intim bisa kembali normal.

"Kalau kualitas pembuluh darah normal, maka darah beserta katupnya bisa menjaga agar durasi ereksi cukup lama," imbuhnya.

Namun, Wisnu juga menerangkan bahwa tingkat keberhasilan dari terapi ini mencapai 70 hingga 80 persen. Tergantung dari pola hidup serta usia dari pasien.

Misalnya kepada pasien lanjut usia, jangan berharap bahwa setelah dilakukan LSWT kemampuan seksualnya bisa kembali seperti ketika masih usia 20 tahun.

"Tentu tidak bisa, kita harus jelaskan terus terang. Usia seseorang akan berpengaruh terhadap organ-organnya yang lainnya," ungkapnya.

Dokter Wisnu menegaskan karena pasien yang ditangani sifatnya sangat personal, maka pihak RS Bedah Surabaya sendiri memperlakukan pasien dengan gangguan seksual ini berbeda dengan pasien dengan jenis sakit lainnya.

Mulai pendaftaran sampai tempat pemeriksaan juga di ruangan tersendiri, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan privasinya sangat terjaga. (1)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id