Awal Bros Populerkan Layanan Rekonstruksi Organ Kewanitaan

AwalBros1.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/WILNA SARI)

Laporan: Wilna Sari

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rumah Sakit Awal Bros menggelar gathering bersama rekan-rekan media elektronik, cetak, siber dan blogger, di cabang Sudirman, Sabtu, 8 April 2016. Agenda bertema "Sinergi dan Inovasi" itu menghadirkan pembicara dr. Edy Fakhrizal SpOG (Konsultan) Uroginekologi terkait pekerjaannya di bidang rekonstruksi organ intim kewanitaan, serta menyoal program atau kegiatan apa saja yang nantinya bisa dikembangkan dan menjembatani pelayanan yang dapat diberikan rumah sakit kepada masyarakat.

Edy mengatakan hanya ada 30 orang dokter yang memiliki keahlian khusus untuk uroginekologi di Indonesia dan belum begitu dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. "Bisa dibilang satu provinsi ada satu orang spesialis. Kita tidak banyak dan ilmu ini belum populer. Tapi perlu diketahui, meski penyakit yang kami tangani tidak sampai membuat pasien meninggal," katanya.

Dokter lulusan Universitas Gajah Mada dan Universitas Sriwijaya ini menjelaskan rekonstruksi yang dimaksud dari keahliannya yaitu memperbaiki bagian kewanitaan yang telah rusak atau organ yang sudah berubah secara fisik dari bentuk semula.

"Tujuan kami memperbaiki yang rusak pada bagian intim wanita. Seperti mengembalikan fungsi organ, yaitu memperbaiki anatomi, menghilangkan keluhan dan estetika. Jadi ruang lingkup pekerjaan saya dibatasi pada organ rahim, vagina, rektum, kandung kemih dari uretra," katanya.

Untuk contoh kasus dia katakan banyak terjadi pada pasien wanita usia reproduksi yang mengalami vagina longgar sehingga ketika buang angin pun pasien akan merasakan angin keluar dari vaginanya tersebut.

Menurutnya, jika hal ini terjadi pada wanita usia 29 tahun ke atas, hal ini bisa menjadi faktor ancaman bagi hubungan rumah tangga dengan pasangan. Sehingga bisa menambah angka perceraian. Maka dari itu banyak wanita membutuhkan layanan rekonstruksi ini.

"Bisa dibayangkan kepala bayi kaliber 10 cm melewati lubang vagina 3,5 cm untuk anak pertama bagi seorang wanita. Alat vital lelaki terbesar hanya 4 cm. Tapi jalan yang dibuat menjadi 7 cm karena persalinan normal dan bayi besar. Bagaimana jika hal ini berkali kali terjadi pada persalinan berikutnya. Jadi, banyak wanita yang sebenarnya mengalami disfungsi seksual, sehingga salah satunya berujung pada kualitas hubungan seksual yang buruk dengan pasangan," katanya.

Pada kepentingan tertentu, dia juga membeberkan jasa penanganan rekonstruksi ini kebanyakan dibutuhkan dari kalangan selebriti. "Mereka hanya butuh estetika atau kosmetikanya. Tapi saya tidak mengubah bentuk, hanya memperbaiki saja dan menghilangkan keluhan," katanya.

Pada penyampaiannya, dokter tersebut juga menayangkan beberapa video contoh proses operasi yang telah dilakukannya. "Khusus pada operasi pembuatan lubang vagina pada pasien yang tidak memiliki vagina, di Pekanbaru ini saya sudah mengerjakan lima pembuatan vagina waktu di rumah sakit umum, salah satunya pasien dari Aceh. Untuk masalah ini keluhan lain tidak ada, hanya pasien tidak bisa berhubungan seks dengan suami," katanya.

Kenyataannya menurut dia ada di masyarakat yang mengalami kasus-kasus yang ditanganinya. Namun, tentunya di kalangan wanita keluhan tersebut masih sulit dibicarakan dengan ahli medis.

"Jadi, jika keluhan dan pelayanan ini dipopulerkan, pasien akan percaya diri mencari pengobatan, terlebih untuk konsultasi dengan dokter spesialis. Dokter kandungan juga tidak bisa menangani kasus ini. Secara statistik sudah terjadi pada 50 persen wanita yang sudah melahirkan normal di Indonesia. Mereka ada tapi tidak terlihat. Saya berharap dengan bantuan media permasalahan dan layanan ini bisa dikenalkan ke masyarakat."

Adapun inovasi terbaru yang dihadirkan rumah sakit besar di Pekanbaru ini berupa aplikasi Hospitaloka, salah satu aplikasi untuk mendaftar dan informasi jadwal praktek dokter atau reminder untuk berobat.

Di samping itu pihak rumah sakit juga membuat layanan eduhealth and hospital tour untuk mengenalkan kepada pelajar anak-anak mengenai dunia medis dan kesehatan lengkap dengan atribut yang telah disesuaikan. Selanjutnya, program susulan yaitu program bayi tabung (IVF).

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline