Nyeri Lambung, Hindari Makanan Ini Saat Berbuka Puasa

sakit-perut.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Saat berbuka puasa hendaknya kita memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi. Ada beberapa jenis makanan yang patut dihindari saat berbuka puasa. Sebab lambung yang kosong selama belasan jam dapat memicu nyeri lambung bahkan maag.


Tubuh, umumnya membutuhkan waktu 6-8 jam untuk mencerna makanan dan mengosongkan lambung. Saat berpuasa, lambung bisa jadi kosong selama lebih dari 12 jam, membuat lambung terasa perih dan nyeri.

 

Rasa nyeri tersebut terjadi akibat peningkatan asam lambung, ditambah adanya udara dari mulut, yang juga menyebabkan kembung.

 

"Apabila lambung tidak diisi makanan ketika kosong akan menyebabkan gejala sakit maag seperti kembung, mual, perih, nyeri karena asam lambung meningkat," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Maulana Suryamin. Sebagaimana dilansir dari laman CNN Indonesia.

 

Maulana menambahkan, pada awal berpuasa, memang lambung akan terasa perih. Namun secara sendirinya, tubuh manusia akan beradaptasi. "Masa adaptasi lambung itu terjadi di awal-awal, lamanya bervariasi, namun biasanya paling lama 7 hari," ujar dia.

 

Ditambahkan, mereka yang masih merasakan nyeri setelah tujuh hari berpuasa, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

 

Namun, ada cara lain guna menghindari rasa nyeri dan kembung yang kerap menyertai puasa. Cara utamanya adalah tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menimbulkan gejala sakit maag di hari berpuasa, seperti sayuran dan buah mengandung gas seperti kol, sawi, durian, nangka, dan kedondong. Di samping itu, minuman yang mengandung gas seperti soda juga harus dihindari ketika berbuka puasa.

 

Minuman seperti kopi, alkohol, wine, sari jeruk, dan susu full cream juga sebaiknya dihindari karena bisa merangsang produksi asam lambung. "Konsumsi susu full cream sebaiknya dihindari karena sulit dicerna oleh lambung sehingga memakan waktu lebih lama untuk pencernaan," jelasnya.

 

Adapun, makanan yang bisa menyebabkan iritasi lambung juga dianjurkan tidak terlalu sering dikonsumsi, seperti makanan pedas dan yang mengandung cuka.

 

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr Mohammad Ali Toha menyarankan, selain menjaga asupan makanan, air putih harus dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak.

 

"Kebutuhan air yang diperlukan tubuh ialah 30 cc dikalikan berat badan tubuh," kata dia.

 

Berkaitan dengan tubuh yang kerap terasa lemas saat puasa, Ali justru menyarankan agar mereka yang berpuasa tidak membatasi aktivitas.

 

"Aktivitas yang dikurangi atau memanjakan tubuh saat berpuasa malah akan membuat tambah lemas. Bahkan akan lebih baik apabila ditambah dengan olahraga di sore hari serta mengatur waktu tidur yang cukup."