Wartawan Ini Diduga Terlibat Pelaku Bom Brussels

Bom-Brussels.jpg
(Getty)

RIAU ONLINE - Seorang pria berprofesi sebagai wartawan lepas, didakwa kasus terorisme terkait serangan di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, Selasa (22/3/2016) lalu.

 

Jaksa Federal Belgia telah mendakwa pria bernama Faycal Cheffou itu dalam kasus kejahatan terorisme yang terkait dengan serangan yang menewaskan 11 orang di Bandara Zaventem.

 

Faycal telah ditahan pada Kamis lalu, meski polisi tidak menemukan senjata atau bom saat menggeledah rumahnya. (KLIK: Eropa Diguncang Bom, Paus Fransiskus Berpesan Jangan Takut)

 

 

Polisi Belgia tidak merinci apakah Faycal adalah orang ketiga yang terekam kamera pengawas bandara ketiak sedang berjalan dengan kedua pelaku bom bunuh diri. Media Belgia menyebutkan orang ketiga itu bernama Faycal, seorang wartawan lepas.

 

Dua pengebom bunuh diri di Zaventem sudah diidentifikasi sebagai Najim Laachraoui dan Brahim el-Bakraoui. Semula polisi hanya merilis nama Brahim dan menduga Laachraoui telah melarikan diri. Belakangan, salah satu pelaku lagi berhasil diidentifikasi sebagai Najim Laachraoui.

 

Faycal didakwa dengan pasal "berpartisipasi dalam aktivitas kelompok teroris, pembunuhan oleh teroris dan berupaya melakukan pembunuhan," demikian pernyataan jaksa.

 

Orang ketiga yang tampak di kamera pengawas bandara tampak menggunakan topi dan jaket, juga membawa koper yang berisi bahan peledak. Dia disebutkan melarikan diri tanpa meledakkan bomnya. (BACA: Suriah Berhasil Rebut Daerah Yang DIkuasai ISIS)

 

Bom itu kemudian diledakkan di ruang ledakan ketika korban telah dievakuasi dari ruangan keberangkatan di bandara.

 

Saudara laki-laki Brahim el-Bakraoui, Khalid melakukan ledakan di stasiun metro atau kereta bawah tanah Maelbeek.

 

Faycal merupakan 12 orang yang ditangkap antara Kamis hingga Jumat lalu dalam penggrebekan oleh aparat kepolisian Belgia, Perancis, dan Jerman.

 

Empat hari sebelum serangan Brussels, tersangka kunci serangan Paris 13 November lalu yang menewaskan 130 orang, Salah Abdeslam, ditangkap dalam sebuah penggrebekan di Brussels. Polisi mengatakan awalnya dia bersikap kooperatif.

 

Menteri Kehakiman Belgia Koen Geens kemudian mengatakan di parlamen, bahwa Abdeslam "tak lagi berbicara sejak serangan di Brussels, Selasa lalu".

 

Jumlah korban tewas di Zaventem dan Maalbeek semula dilaporkan 34 orang. Belakangan jaksa federal Belgia menegaskan, total korban tewas di dua lokasi itu adalah 131 orang. Sedangan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim sebagai dalang serangan itu.

 

Otoritas Belgia menyatakan bandara internasional Zaventem Brussels tidak akan dibuka sampai Selasa mendatang. Sementara itu, demonstrasi menentang serangan bom yang akan digelar di Brussels Minggu (27/03/2016) dibatalkan atas permintaan aparat keamanan.