Aktual, Independen dan Terpercaya


Rossi Ingin Akhiri Karir di Balap Reli

Rossi-dan-Helmet.jpg
(FANPAGE FACEBOOK/VALENTINO ROSSI)

RIAU ONLINE - Valentino Rossi tampaknya semakin menikmati menjadi pembalap Reli. Setelah beberapa kali berhasil unjuk gigi dengan prestasi naik podium, Rossi mantap ingin pindah ke balap Reli setelah kontraknya habis di MotoGP.

 

Dikutip dari laman Tempo.co, pembalap Movistar Yamaha ini, mengatakan masa depannya setelah dari MotoGP kelak akan pindah balapan Reli. Hal ini, kata Rossi, setelah perburuan gelar juara dunia ketujuh untuk balapan di MotoGP. (KLIK: Marquez Mengeluh Pakai Mesin Baru)

 

"Saya memiliki keinginan yang kuat untuk balapan Reli sama ketika ayahku Graziano berhenti dari balapan roda dua dan berpindah ke Reli," kata Rossi.

 

Dia mengungkapkan langkah ini akan ditempuh setelah beberapa tahun lagi akan mengakhiri karir di MotoGP. Kontrak Rossi dengan Tim Movistar Yamaha akan berakhir pada 2017. Namun, tidak diketahui apakah kontrak itu akan diperpanjang atau tidak. (LIHAT: Ini Prediksi Rossi Soal Pesaingnya di Musim Depan)

 

"Saya yakin setelah pensiun dari MotoGP, aku akan bisa berprestasi di balap mobil, apakah reli atau balapan mobil yang lain," ujar Rossi.

 

Dalam balapan Monza Rally Show, Rossi menempati posisi pertama. Ini adalah prestasi keempat Rossi dalam balapan tersebut. Dia pun mengakui bisa menikmati balapan bahkan dibandingkan balapan di MotoGP. (BACA: Marquez: Tangan Saya Terulur Buat Rossi)

 

"Saya bisa menikmati balapan ini untuk menjaga ketajaman insting balap terutama saat liburan menjelang musim balapan mendatang," katanya.

 

Rossi pernah berencana untuk pindah ke Formula 1 pada tahun 2006. Saat itu, Rossi menjajal mobil Ferari. Meski sebelumnya, Rossi telah beberapa kali mengikuti balap di World Rally Championship pada 2002 di Inggris dan 2006 di Selandia Baru. Dalam balapan itu, Rossi hanya mampu nangkring di posisi 11 dan 12.

 

Soal rencana kepindahaan itu, Rossi tak mau mengungkap kapan waktu pastinya. "Anda memiliki sensasi balapan namun tekanannya kurang dari di MotoGP jadi saya bisa menikmatinya. Saya bisa mengendarai mobil ini yang fantastis. Juga dalam tim kami, kami memiliki Brivio dan Uccio, sehingga selalu menyenangkan."