RIAU ONLINE, PEKANBARU — Sejak 1994, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) konsisten mendukung pelestarian Pacu Jalur, tradisi balap perahu khas Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Tradisi ini bukan hanya ajang tahunan, tetapi juga menjadi simbol identitas, ketangguhan, dan gotong royong masyarakat tepian Sungai Kuantan.
Dukungan RAPP tidak sebatas saat lomba berlangsung, melainkan mencakup pelatihan atlet, persiapan teknis, hingga pelibatan masyarakat setempat dalam setiap musim Pacu Jalur. Komitmen panjang ini menjadi bukti bahwa dunia usaha turut memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
Foto: Dok. RAPP
Bukan sekedar festival tahunan, Pacu Jalur mencerminkan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat tepian sungai. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta seperti RAPP, tradisi ini terus hidup dalam lintas generasi sebagai warisan budaya.
Istilah seperti “aura farming” yang belakangan populer hanyalah bentuk baru dari semangat lama, yakni upaya menyemai kebanggaan terhadap tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Riau.
Foto: Dok. RAPP
Regenerasi menjadi bagian penting dari pelestarian ini. Anak-anak muda kini terlibat aktif dalam penyelenggaraan Pacu Jalur, baik sebagai peserta lomba, pelatih, maupun panitia.
Gaung Pacu Jalur kini bahkan menembus ruang digital. Dari tepian Sungai Kuantan, tradisi ini dikenal lebih luas dan menarik perhatian di tingkat nasional maupun internasional.
Foto: Dok. RAPP
Dalam hal ini, RAPP turut mendorong visibilitas budaya Melayu Riau agar semakin dikenal dan dibanggakan, serta memperkuat identitas masyarakat Riau. RAPP memastikan tradisi ini tetap relevan.
Foto: Dok. RAPP
Kehadiran sektor swasta seperti RAPP dalam pelestarian Pacu Jalur menunjukkan bahwa nilai budaya dan nilai ekonomi dapat berjalan berdampingan. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang untuk menjaga identitas dan kekuatan masyarakat.

