RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendapat tambahan kuota bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dari yang sebelumnya hanya 433 unit menjadi 5.000 unit tahun 2026.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, tambahan kuota yang diterima Provinsi Riau adalah sebanyak 4.687 unit.
"Kemudian, kemarin kita mendapatkan tambahan lagi dari pemerintah pusat kira-kira dua pekan yang lalu, menjadi 5.000 unit," kata SF Hariyanto, dikutip dari ANTARA, Selasa, 14 Juli 2026.
Dirinya menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah memberikan perhatian besar terhadap kebutuhan perumahan masyarakat di Riau.
"Terima kasih banyak, itu luar biasa bantuan dari Bapak Presiden melalui Bapak Menteri PKP yang telah menambah kuota, kami tidak menyangka. Jadi tanggung jawab kita di sini, sangat besar," ujarnya.
SF Hariyanto menambahkan, masyarakat yang belum menikmati hunian yang memenuhi standar kelayakan menjadi tantangan besar bagi sektor perumahan di Riau.
"Kita semua memahami tantangan perumahan di Riau masih cukup besar. Data menunjukkan persentase rumah tangga di Riau yang memiliki akses terhadap hunian layak baru mencapai 78,8 persen. Artinya masih ada sekitar 21,2 persen rumah tangga yang belum memenuhi seluruh kriteria," paparnya.
Ia menjelaskan, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan jumlah rumah yang tersedia. Lebih dari itu, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk memiliki hunian yang layak.
"Angka ini bukan hanya menunjukkan besarnya kebutuhan rumah, di dalamnya juga terdapat persoalan kemampuan masyarakat membeli rumah, kualitas bangunan, ketersediaan lahan, pembiayaan, serta dukungan jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi. Inilah yang ingin kita jawab sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto terhadap program 3 juta rumah untuk masyarakat," pungkasnya. (ANTARA)

