BNPB Sebut Karhutla Riau Masih Jadi Salah Satu Kejadian Menonjol Nasional

pemadaman-karhutla-di-bengkalis.jpg
Tim gabungan padamkan karhutla di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Bengkalis. (Dok Kodam XIX Tuanku Tambusai)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih menjadi salah satu kejadian bencana yang menonjol di tingkat nasional. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026 mengatakan, luasan area yang terbakar di wilayah tersebut menembus angka ribuan hektare.

"Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi salah satu kejadian menonjol nasional. Hingga Rabu, 20 Mei 2026, luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare," kata Abdul, dikutip dari ANTARA.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul menjelaskan bahwa upaya penanggulangan dan pemadaman titik api sejauh ini terus diintensifkan melalui kolaborasi operasi udara dan operasi darat dengan dukungan penuh dari berbagai instansi lintas sektoral.



Tim gabungan yang dikerahkan di lapangan terdiri atas unsur BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta elemen masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Pada pelaksanaan operasi darat, tim gabungan saat ini tengah fokus melakukan lokalisasi api melalui penanganan visual, pemadaman langsung, hingga proses pendinginan (cooling down) pada area bekas terbakar di wilayah Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

BNPB menilai langkah pendinginan tersebut krusial dilakukan guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di dalam lapisan tanah, khususnya pada area gambut yang memicu potensi kebakaran berulang.

Selain mengerahkan personel di jalur darat, BNPB dipastikan terus mengoperasikan armada helikopter untuk melaksanakan operasi udara berupa pengeboman air (water bombing) serta patroli udara guna mendukung percepatan penanganan karhutla di seluruh wilayah terdampak di Provinsi Riau. (ANTARA)