RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto Kembali memanggil sejumlah menteri untuk menghadiri rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Menteri-menteri yang telah tiba di Istana hingga pukul 16.00 WIB, yaitu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Kemudian juga ada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto.
Rapat terbatas di Istana Keresidenan ini akan membahas sejumlah isu terkait pangan, energi, dan agenda-agenda selama bulan Ramadan sampai dengan Lebaran.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, saat ditanya wartawan setibanya dia di Istana, menjelaskan dirinya akan melaporkan agenda acara Nuzulul Qur’an yang akan digelar dalam waktu dekat.
Walaupun demikian, Nasaruddin belum dapat menjelaskan lokasi dan waktu yang akan ditetapkan untuk acara tersebut. Nuzulul Qur’an diperingati oleh umat Muslim pada hari ke-17 bulan Ramadan.
"(Lokasi acara) nanti kita tanya Bapak Presiden. Kita tanyakan nanti," kata Nasaruddin.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan rapat akan membahas isu-isu seputar energi, pangan, dan kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"(Hari ini) sudah puasa yang ke-13. Ini menyangkut ketersediaan sembako, kemudian energi, elpiji, dan kesiapan lain dari hal-hal yang terkait dengan ekonomi nasional," kata Bahlil.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan dia akan melaporkan hasil kementeriannya berkeliling mengecek ketersediaan dan harga pangan di sejumlah daerah.
Dari hasil pengecekan itu, Zulhas, sapaan akrabnya menyebut harga cabai masih relatif mahal karena pasokan yang menurun dari petani dipengaruhi musim hujan.
"Saya ditugaskan seminggu tiga hari mengecek ke lapangan ketersediaan pangan, MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Desa, Kampung Nelayan, kemudian persiapan menuju produksi padi yang lebih banyak, irigasinya, pupuk," kata Zulhas. (ANTARA)

