RIAU ONLINE, PEKANBARU — Laga pembuka putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 antara Persiraja Banda Aceh dan PSPS Pekanbaru berakhir imbang 1-1.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala, Sabtu, 14 Februari 2026 malam, menyajikan duel sengit dengan tempo tinggi serta jual beli serangan sepanjang laga.
PSPS Pekanbaru sempat berada di atas angin setelah Antonio Gamaroni membawa tim tamu unggul lebih dulu pada menit ke-27. Namun kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna setelah Juan Mera mencetak gol penyeimbang bagi tuan rumah pada menit ke-90.
Pelatih kepala PSPS, Aji Santoso, menilai pertandingan berlangsung menarik, tetapi menyayangkan timnya gagal menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
“Pertandingan berjalan sangat menarik, terjadi jual beli serangan. Sangat disayangkan karena kami sudah unggul, namun pada menit-menit akhir kami kebobolan,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurut Aji, secara taktik timnya sebenarnya mampu meredam kekuatan utama Persiraja yang mengandalkan serangan dari sektor sayap.
“Secara garis besar kami berhasil mematikan kedua sayap lawan. Namun pada akhirnya sayap kiri mereka mampu mencetak gol. Memang kekuatan Persiraja ada di sektor tersebut,” jelasnya.
Aji menegaskan strategi timnya di babak kedua bukanlah bertahan total. Ia menyebut keputusan memperkuat lini belakang semata untuk mengantisipasi tekanan tuan rumah yang tampil lebih agresif saat tertinggal.
“Tidak ada istilah parkir bus dalam kamus saya. Kami hanya memperkuat pertahanan, tapi tetap berani melakukan penguasaan bola dan serangan balik,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap permainan Persiraja yang dinilai mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk peluang yang sempat membentur tiang gawang di menit akhir.
Dalam laga tersebut, beberapa pemain PSPS mengalami benturan keras. Salah satu pemain belakang bahkan masih mendapatkan penanganan tim medis usai pertandingan.
Meski demikian, Aji menegaskan dirinya tetap menekankan permainan fair play kepada seluruh pemain.
“Saya tidak pernah menekankan pemain untuk mengulur waktu secara tidak sportif, meskipun sedang unggul,” katanya.
Sementara itu, pemain PSPS, Rendi, menyebut hasil imbang di kandang lawan tetap patut disyukuri.
“Bismillah, hasil ini tetap kami syukuri karena bermain tandang. Teman-teman sudah berjuang maksimal. Memang belum tiga poin, tapi satu poin ini jadi modal penting untuk laga berikutnya,” ujarnya.
Tambahan satu poin tersebut menjadi bekal berharga bagi PSPS Pekanbaru dalam menghadapi persaingan ketat pada putaran ketiga kompetisi musim ini.

