RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menyoroti keputusan wasit terkait penalti yang diberikan kepada Persiraja Banda Aceh pada laga penutup putaran kedua Liga 2 musim 2025/2026.
Pertandingan yang digelar di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu 31 Januari 2026 malam tersebut berakhir dengan kemenangan Persiraja atas PSPS dengan skor 4-2.
Meski menerima hasil akhir pertandingan, Aji menilai terdapat kejanggalan dalam proses eksekusi penalti yang dinilainya merugikan tim asuhannya. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers usai pertandingan.
“Yang pertama saya ucapkan selamat untuk Persiraja. Mereka memang tampil bagus. Tapi di jalannya pertandingan tadi ada sedikit keganjilan, terutama pada penalti yang diulang itu,” ujar Aji Santoso.
Aji menjelaskan, penalti yang dieksekusi oleh pemain Persiraja, Connor Flynn sempat berhasil ditepis oleh kiper PSPS, Muhammad Darmawan. Namun, wasit Sance Lawita asal Sulawesi Utara justru memutuskan untuk mengulang eksekusi penalti tersebut, sebuah keputusan yang menurut Aji menimbulkan tanda tanya.
Menurutnya, sebelum eksekusi penalti dilakukan, wasit terlihat belum berada dalam posisi siap. Ia menilai hal tersebut tidak sesuai dengan prosedur standar tendangan penalti.
“Penalti pertama ditepis, yang kedua malah lebih lucu lagi. Pengalaman saya puluhan tahun di sepak bola, setiap penalti wasit harus berhenti dan meniup peluit dalam posisi diam. Tadi wasitnya justru berjalan, seperti mau ke arah kiper. Feeling saya, wasit ingin memberi tahu kiper, tapi di saat itu bola sudah ditendang dan akhirnya disahkan,” kata Aji sambil terkekeh.
Ia menambahkan, situasi tersebut membuatnya semakin bingung karena menurutnya, jika penalti pertama tidak berbuah gol, eksekusi tersebut kemungkinan besar tetap akan diulang.
“Kalau tadi tidak masuk, pasti diulang lagi. Karena maksudnya wasit kan ingin memberitahu kiper. Tapi ya sudahlah, itu sudah terjadi dan tidak bisa mengubah keadaan,” ujarnya.
Meski mengkritisi keputusan wasit, Aji menegaskan dirinya tidak ingin bereaksi berlebihan. Ia memilih menerima hasil pertandingan dan tetap memberikan apresiasi kepada tim tuan rumah.
“Saya tetap mengucapkan selamat kepada Persiraja. Mereka memang tampil bagus malam ini,” tuturnya.
Dalam pertandingan tersebut, PSPS Pekanbaru harus mengakui keunggulan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-4. Hasil ini membuat PSPS finis di peringkat kedelapan klasemen akhir putaran kedua Liga 2 dengan raihan 21 poin. Sementara itu, Persiraja Banda Aceh menutup putaran kedua di posisi kelima dengan 27 poin.

