RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pegadaian Championship musim 2025/2026 semakin menyajikan persaingan ketat dan penuh drama.
Memasuki fase lanjutan kompetisi, peta kekuatan di Grup A dan Grup B mulai terlihat jelas, meski peluang perubahan klasemen masih terbuka lebar.
Konsistensi, kedalaman skuad, dan mental bertanding menjadi kunci utama dalam perburuan tiket ke fase berikutnya.
Grup A
Di Grup A, Garudayaksa FC tampil impresif dan sementara memuncaki klasemen dengan 28 poin serta selisih gol positif (+19). Meski sempat tersendat dengan hasil imbang dan kekalahan, performa mereka tetap stabil dan sulit dikejar pesaing terdekat.
Membuntuti di posisi kedua, Adhyaksa FC mengoleksi 26 poin. Tim ini menunjukkan performa yang cukup fluktuatif, namun masih sangat kompetitif dalam perburuan posisi puncak.
Sementara itu, Sumsel United berada di peringkat ketiga dengan 24 poin, mengandalkan produktivitas gol yang cukup baik dan pola kemenangan yang relatif konsisten.
Persaingan semakin menarik di papan tengah. Persikad Depok dengan 21 poin masih menjaga asa menembus papan atas, diikuti Bekasi City FC dan Persiraja Banda Aceh yang sama-sama mengantongi 20 poin. Kedua tim ini masih berpeluang besar jika mampu menjaga konsistensi di laga-laga krusial selanjutnya.
Di zona bawah, PSMS Medan dan PSPS Riau sama-sama mengoleksi 17 poin, namun PSPS harus bekerja lebih keras akibat selisih gol negatif (-5).
Meski begitu, kemenangan besar di laga terakhir memberi suntikan moral penting bagi tim berjuluk Askar Bertuah tersebut.
Sementara itu, Persekat Tegal (14 poin) dan Sriwijaya FC (2 poin) masih terpuruk di dasar klasemen.
Khusus Sriwijaya FC, performa mereka menjadi sorotan tajam setelah mencatatkan rangkaian kekalahan dan selisih gol yang sangat jauh tertinggal (-28).
Grup B
Beralih ke Grup B, persaingan tak kalah sengit. PS Barito Putera tampil dominan dan memimpin klasemen dengan 31 poin, ditopang selisih gol (+17) serta catatan kemenangan beruntun yang mengesankan.
Konsistensi menjadi senjata utama Laskar Antasari sejauh ini.
Di bawahnya, PSS Sleman menempel ketat dengan 30 poin.
Tim Super Elja terus menjaga tekanan kepada pemuncak klasemen dan siap mengambil alih posisi teratas jika PS Barito terpeleset.
Persipura Jayapura juga tak bisa dipandang sebelah mata, duduk di posisi ketiga dengan 29 poin dan performa yang relatif stabil.
Persela Lamongan berada di peringkat keempat dengan 24 poin, disusul Tornado FC Pekanbaru yang mengoleksi 23 poin. Kedua tim ini masih sangat berpeluang menembus papan atas jika mampu memaksimalkan laga kandang.
Sementara itu, Deltras Sidoarjo (21 poin) masih berada di zona aman meski performanya belum sepenuhnya stabil.
Di sisi lain, kondisi sulit dialami tim-tim papan bawah seperti Persiba Balikpapan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, dan Persipal BU yang masih berkutat dengan inkonsistensi dan defisit selisih gol cukup dalam.
Dengan sisa pertandingan yang masih menentukan, Pegadaian Championship 2025/2026 dipastikan akan menyuguhkan drama hingga pekan terakhir.

