RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kabar mengenai kemungkinan bergabungnya pemain berpengalaman Hasyim Kipuw ke PSPS Pekanbaru kembali mencuat dan ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sepak bola Riau.
Rumor tersebut menyebar dari satu obrolan ke obrolan lainnya, memunculkan spekulasi sekaligus harapan besar dari para pendukung setia Askar Bertuah.
Nama Hasyim Kipuw memang bukan sosok asing di kancah sepak bola nasional. Berbekal jam terbang tinggi, mental bertanding yang kuat, serta kemampuan bermain di berbagai posisi di lini pertahanan, banyak pihak menilai kehadirannya berpotensi menjadi tambahan penting bagi kekuatan PSPS Pekanbaru apabila benar-benar bergabung.
Namun demikian, kabar tersebut langsung dibantah oleh Pelatih Kepala PSPS Pekanbaru, Aji Santoso. Ia menegaskan bahwa isu yang mengaitkan Hasyim Kipuw dengan PSPS Pekanbaru tidak benar.
“Tidak benar, itu hoaks,” tegas Aji Santoso saat dikonfirmasi, Senin, 22 Desember 2025.
Hasyim Kipuw sendiri lahir di Tulehu, Maluku, pada 9 Mei 1988. Ia dikenal sebagai pemain bertahan serba bisa yang dapat dimainkan sebagai bek tengah, bek kanan, hingga gelandang bertahan.
Kipuw juga memiliki rekam jejak panjang di kompetisi elite Indonesia dan pernah membela Tim Nasional Indonesia, baik di level U-23 maupun tim senior.
Karier profesionalnya dimulai bersama Persija Jakarta, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan dengan memperkuat sejumlah klub besar Tanah Air. Ia tercatat beberapa kali berseragam Arema FC, serta pernah membela Bhayangkara FC, Bali United, dan PSM Makassar.
Bersama PSM Makassar, Kipuw mencatatkan prestasi penting dengan meraih gelar Piala Indonesia 2019, sekaligus berperan sebagai salah satu pemain senior yang menjaga stabilitas tim. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama Madura United, Barito Putera, dan terakhir tercatat membela Persela Lamongan.
Dengan pengalaman panjang dan kedewasaannya di lapangan, tak mengherankan jika nama Hasyim Kipuw kerap dikaitkan dengan klub-klub yang membutuhkan sosok pemimpin di lini pertahanan. Namun untuk kali ini, kepindahannya ke PSPS Pekanbaru dipastikan hanya sebatas isu dan tidak memiliki dasar kebenaran.

