Kick-off Molor 103 Detik, PSPS Didenda Rp50 Juta dan Zidan Diskors 3 Laga

PSPS-Pekanbaru21.jpg
Pemain PSPS Pekanbaru (Instagram @pspsriau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada PSPS Pekanbaru pada pekan ke-11 Pegadaian Championship musim 2025/2026.

PSPS Pekanbaru dijatuhi dua sanksi karena insiden dalam pertandingan melawan PSMS Medan. Sanksi tersebut diumumkan dalam keterangan resmi Komdis PSSI, Senin, 1 Desember 2025.

Komdis menyatakan bahwa PSPS Pekanbaru dikenakan denda Rp50 juta akibat keterlambatan memasuki lapangan pada babak kedua. Keterlambatan tersebut membuat kick-off paruh kedua mundur 103 detik dari waktu seharusnya.

"PSPS Pekanbaru dikenai denda sebesar Rp50.000.000 karena terlambat memasuki lapangan pada babak kedua, yang mengakibatkan pertandingan mengalami keterlambatan dimulai selama 103 detik," tulis Komdis PSSI, dikutip RIAU ONLINE, Selasa, 2 Desember 2025.

Tidak hanya klub yang mendapat hukuman, Komdis PSSI juga memberikan sanksi kepada salah satu pilar pertahanan PSPS Pekanbaru, Zidan Khairullah.


Pemain berusia 24 tahun itu dilarang tampil dalam tiga laga berikutnya dan wajib membayar denda sebesar Rp5 juta.

Hukuman diberikan setelah Zidan melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSMS Medan, Rudiyana, pada menit akhir pertandingan yang berujung pada kartu merah langsung.

"Zidan Khairullah melakukan tindakan kasar berupa tekel keras kepada pemain lawan, sehingga dijatuhi kartu merah langsung. Komdis menjatuhkan hukuman larangan bermain tiga pertandingan serta denda Rp5.000.000," tegas pihak Komdis.

Absennya Zidan menjadi kabar buruk bagi PSPS Pekanbaru, yang saat ini tengah berjuang menjaga konsistensi performa di kompetisi Pegadaian Championship.

Tim asuhan Aji Santoso kini hanya menyisakan dua bek tengah murni, yaitu kapten tim Achmad Faris dan Muhammad Rio Saputro.

Sejak kedatangan pelatih Aji Santoso, Zidan menjadi salah satu pemain kunci di jantung pertahanan. Dalam enam laga terakhir, ia selalu tampil sebagai starter dan hampir tidak pernah digantikan sebelum pertandingan usai.

Sanksi ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi PSPS Pekanbaru agar lebih memperhatikan aspek disiplin, baik dalam aspek teknis maupun non-teknis.