VAR Anulir Gol, PSPS Pekanbaru Tumbang Perdana di Kandang

Kontroversi-Wasit-dan-VAR-PSPS-Pekanbaru-Tumbang-Perdana-di-Kandang.jpg
Wasit pertandingan PSPS Pekanbaru melawan Garudayaksa FC, Roberto Putra (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Garudayaksa FC semakin kokoh di puncak klasemen Grup A usai memetik kemenangan dramatis 1-0 atas PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Senin 24 November 2025 sore. Pertandingan penuh tensi tinggi ini menjadi panggung heroik bagi Garudayaksa yang harus menyelesaikan laga hanya dengan sembilan pemain.

Gol semata wayang dicetak Agus Nova pada menit ke-80, memanfaatkan umpan sepak pojok matang dari Alfin Ismail Kelilauw. Sundulan kerasnya tak mampu dijangkau kiper PSPS dan membuat tribune tamu bergemuruh.

Pertandingan berjalan keras sejak awal. Wasit Roberto Putra harus mengeluarkan banyak kartu untuk meredam tensi kedua tim. Garudayaksa FC kehilangan Ahmad Birrul Walidain pada menit ke-65 setelah diganjar kartu merah langsung. Menjelang bubaran, petaka kembali datang bagi tim tamu ketika Rudi N Rajak mendapat kartu kuning kedua di menit ke-90.

PSPS Pekanbaru juga tak luput dari hukuman disiplin. Reyhan Firdaus mendapatkan kartu kuning pada menit ke-73, disusul Ilham Fathoni pada menit ke-89.

Drama terbesar terjadi di masa injury time. Stadion sempat bergemuruh ketika Ilham Fathoni mencetak gol penyama kedudukan untuk PSPS. Namun euforia itu hanya bertahan sekejap.


VAR kemudian memanggil wasit untuk meninjau kembali proses terjadinya gol. Secara mengejutkan, Roberto Putra tidak hanya menganulir gol Ilham, tetapi juga memberikan penalti untuk PSPS akibat pelanggaran yang dilakukan kiper Garudayaksa, Rudi Rajak, sebelum gol terjadi.

Hasil tinjauan itu juga membuat Rudi Rajak diusir dari lapangan. Dengan kondisi pergantian pemain yang sudah habis, Garudayaksa terpaksa menunjuk striker Everton Nascimento sebagai kiper dadakan.

PSPS mendapatkan peluang emas untuk menyamakan skor. Cristian Alex maju sebagai algojo. Namun Everton Nascimento tampil bak penjaga gawang profesional.

Tebakannya tepat. Tangan kanannya menepis tendangan penalti Cristian Alex dan membuat seluruh pemain Garudayaksa berlari merayakan penyelamatan krusial itu. Penalti gagal itu sekaligus mengunci kemenangan 1-0 bagi Garudayaksa.

Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso terlihat lebih memilih menahan diri saat ditanya soal keputusan kontroversial wasit.

“Itu biar masyarakat yang menilai. Yang jelas, wasit tadi sudah menunjukkan gol sah lalu dianulir, kemudian penalti,” ujar Aji seusai laga.