Patrick Kluivert Resmi Dipecat PSSI

Patrick-Kluivert-7.jpg
Patrick Kluivert mantan pelatih Timnas Indonesia (Foto: Dok. Erick Thohir)

RIAU ONLINE - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, beserta seluruh jajaran staf kepelatihannya.

PSSI dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa keputusan ini diambil melalui mekanisme mutual termination atau kesepakatan bersama.

Padahal, kontrak awal Kluivert sejatinya berdurasi dua tahun sejak ditandatangani pada Januari 2025.

“Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan,” tulis pernyataan resmi PSSI.

Secara resmi, Kluivert dan timnya tidak lagi menjadi bagian dari struktur kepelatihan Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20.

Meski begitu, PSSI memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh anggota staf pelatih selama masa tugasnya.

Federasi sepak bola Indonesia itu menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional.


Sejak resmi menukangi skuad Garuda awal tahun ini, pelatih asal Belanda itu gagal menunjukkan progres signifikan.

Puncaknya terjadi ketika Indonesia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 0–1 dari Irak pada Minggu 12 Oktober 2025, dini hari WIB.

Gol semata wayang tim berjuluk Singa Mesopotamia itu dicetak oleh Zidane Iqbal pada menit ke-75, memanfaatkan ruang di sisi kiri gawang Maarten Paes.

Hasil tersebut membuat Indonesia terpuruk di dasar klasemen Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, tanpa satu pun poin, seperti dilansir dari Suara.com, Kamis, 16, Oktober 2025.

Sebelumnya, tim Merah Putih juga kalah tipis dari Arab Saudi dengan skor 2–3 meski sempat mencetak dua gol dari titik penalti.

Dalam total enam pertandingan yang dijalani di babak kualifikasi, Kluivert hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan — masing-masing atas China dan Bahrain.

Namun, empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan pahit, termasuk saat dibantai oleh Jepang dan Australia, serta dua kekalahan terbaru melawan Arab Saudi dan Irak.

Lebih buruk lagi, dari enam pertandingan itu, Timnas Indonesia hanya mencetak enam gol dan kebobolan 14 kali, menandakan rapuhnya lini pertahanan serta tumpulnya serangan di era Kluivert.

Kini, dengan berakhirnya kerja sama ini, PSSI harus kembali mencari sosok baru yang mampu membangkitkan performa Garuda dan menata ulang strategi jangka panjang sepak bola nasional.