RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemilik PSPS, Gede Widiade, menyampaikan pesan penuh makna dalam peluncuran resmi tim dan Jersey di Purna MTQ Jalan Sudirman, 1 September 2025.
Peluncuran ini menjadi sangat istimewa karena dilaksanakan di tengah kondisi nasional yang penuh tantangan. Meski demikian, PSPS tetap mendapatkan izin resmi untuk menyelenggarakan acara launching tim dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah.
Gede Widiade tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda, Kapolres, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota. Dalam suasana Indonesia yang tidak sedang baik-baik saja, PSPS masih diizinkan melangsungkan launching. Ini adalah bentuk kepercayaan besar dari aparat kepada kami," ujar Gede, Minggu, 31 Agustus 2025 malam.
Gede juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen, terutama pihak kepolisian dan pendukung setia klub.
"Kami mohon kepada manajemen dan suporter untuk menjaga penghargaan kepada Polda dan Polres. Jangan sia-siakan kepercayaan ini," tambahnya.
Gede Widi Ade saat ini menjadi pemilik dari lima klub sepak bola, namun PSPS Pekanbaru memiliki tempat tersendiri di hatinya.
Dirinya mengaku terpanggil untuk menyelamatkan PSPS dari ambang kehancuran ketika pertama kali diajak ke Pekanbaru oleh sosok yang mengundangnya langsung.
"Saya tidak punya kepentingan di Pekanbaru. Saya tidak kenal siapa-siapa sebelumnya. Tapi saya datang karena diundang oleh Pak Muflihun, yang meminta saya mengambil alih PSPS yang saat itu hampir keluar dari Pekanbaru," ungkapnya.
Kini, Gede memegang kepemilikan mayoritas saham PSPS, yakni sebesar 90 persen. Meski demikian, ia menyatakan bahwa semangatnya bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk pengabdian terhadap masyarakat dan anak muda Pekanbaru.
"Saya ingin PSPS tetap eksis sebagai ikon masyarakat, anak muda, dan para penggila bola. Saya ingin PSPS menjadi alat pemersatu masyarakat Riau," tegasnya.
Salah satu sosok yang dianggap memberi inspirasi besar bagi Gede adalah Edu, yang disebutnya sebagai figur yang memiliki nilai khusus dan kontribusi positif untuk klub dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gede juga mengakui bahwa dirinya bukanlah sosok yang ingin selalu tampil di depan. Ia lebih berharap tokoh-tokoh lokal seperti Muflihun, Effendi, dan Edu bisa menjadi wajah PSPS ke publik.
"Saya sebenarnya tidak mau yang muncul. Biarlah tokoh lokal seperti Pak Muflihun, Pak Effendi, dan Edu yang mewakili. Mereka lebih tahu apa yang dibutuhkan masyarakat Pekanbaru," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Gede Widiade dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf jika selama ini ada hal-hal yang kurang berkenan, baik dari pihak manajemen maupun klub.
"Tolong sampaikan kepada Kapolda dan Kapolres, apabila ada kejadian-kejadian yang membuat tidak mengenakkan, saya pribadi meminta maaf."
"Saya menjamin, kami akan berbenah diri dan introspeksi, agar PSPS bisa berdiri sebagai simbol kebanggaan dan pemersatu masyarakat Riau," tutupnya.

