RIAU ONLINE, PEKANBARU – PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) resmi menggelar Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit di Hotel Novotel Pekanbaru, Riau.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 Juli 2026 ini menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pekebun kelapa sawit di Indonesia.
Sebanyak 172 pekebun asal Kabupaten Indragiri Hilir mengikuti pelatihan tersebut. Selama sepekan, peserta akan mendapatkan materi di kelas yang dipadukan dengan praktik lapangan (field trip), sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknik budidaya kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan.
Ketua Pelaksana, Mulono Apriyanto mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk kepercayaan BPDP kepada PT Bestari dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan melalui metode pembelajaran yang aplikatif.
“Alhamdulillah, seluruh peserta berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah 172 orang. Kami bersyukur diberikan kepercayaan untuk melatih saudara-saudara kita melalui program BPDP. Narasumber yang dihadirkan berasal dari internal PT Bestari maupun praktisi perusahaan perkebunan nasional agar peserta mendapatkan pengalaman nyata dari lapangan,” ujarnya saat pembukaan kegiatan, Senin 6 Juli 2026.
Menurut Mulono, pelatihan dirancang agar peserta mampu mengelola kebun secara profesional melalui kombinasi pembelajaran teori, diskusi, studi kasus, hingga kunjungan ke perusahaan perkebunan.
Sementara itu, mewakili Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Apul Ismane menegaskan keberhasilan pembangunan sektor pertanian sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi sebagai pejuang pertanian yang menjadikan pelatihan sebagai ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang tumbuh bagi petani Indonesia,” katanya dalam sambutan yang disampaikan secara virtual melalui Zoom.
Ia menilai pelatihan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan pertanian nasional.
“Teknologi dapat dibeli, mesin dapat diproduksi, dan infrastruktur dapat dibangun. Namun kualitas SDM hanya dapat dibentuk melalui proses belajar yang berkelanjutan. Salah satunya melalui pelatihan,” tegasnya.
Apul juga mendorong para peserta untuk terus memperkuat kolaborasi, membangun kemitraan dengan dunia usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta melahirkan lebih banyak petani muda yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan agribisnis modern.
Di kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari), Gulat Medali Emas Manurung menegaskan pelatihan ini merupakan wujud komitmen PT Bestari dalam menghadirkan proses pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekebun kelapa sawit.
Menurut Ketua Umum DPP APKASINDO tersebut, peningkatan kompetensi petani harus didukung oleh instruktur dan praktisi yang memiliki pengalaman langsung di lapangan agar ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara nyata.
“Hari ini harus kita katakan, dari kita, untuk kita. Itulah PT Bestari,” tegas Gulat.
Ia menilai masih banyak pelatihan yang belum memberikan dampak maksimal karena materi yang disampaikan kurang sesuai dengan kondisi riil yang dihadapi petani. Karena itu, PT Bestari menghadirkan para praktisi perkebunan agar peserta memperoleh solusi berdasarkan pengalaman dan praktik terbaik di lapangan.
Lebih lanjut, Gulat berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya jejaring pembelajaran yang berkelanjutan antara peserta, instruktur, PT Bestari, dan para pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, para pekebun tidak hanya memperoleh ilmu selama pelatihan berlangsung, tetapi juga memiliki ruang untuk terus berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani kelapa sawit.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Riau Novri Ilham mewakili Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir Benny Murdhani, serta Ketua DPW APKASINDO Suher. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pekebun sawit yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan secara berkelanjutan.

