RIAU ONLINE, KAMPAR – Wajah Arjahel tampak semringah saat namanya diumumkan sebagai penerima doorprize utama dalam kegiatan Khitanan Massal Untuk Negeri 2026 di UPT Puskesmas Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu, 27 Juni 2026. Kebahagiaan itu melengkapi momen penting yang baru saja ia jalani bersama puluhan anak lainnya, yakni mengikuti khitan secara gratis.
Di balik senyum Arjahel, ada kepedulian yang mempertemukan EMP Bentu Limited, Yayasan Bakrie Amanah, dan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 280 anak akan memperoleh layanan khitan gratis di tiga lokasi, yakni UPT Puskesmas Pangkalan Baru, UPT Puskesmas Pangkalan Kerinci, dan UPT Puskesmas Langgam. Tahap pertama diikuti 100 anak di Pangkalan Baru, dengan total manfaat ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp280 juta.
Pelaksanaan kegiatan didukung 30 tenaga medis profesional yang menggunakan metode sirkumsisi laser sehingga proses tindakan berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman. Peserta diprioritaskan bagi anak-anak yang membutuhkan di wilayah layanan ketiga puskesmas tersebut.
EMP CSR & Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan Khitanan Massal Untuk Negeri merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan EMP Bentu Limited sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban para orang tua sekaligus menjadi investasi kesehatan bagi anak-anak. Bagi EMP Group, industri hulu migas tidak hanya menghasilkan energi bagi negeri, tetapi juga menghadirkan manfaat melalui program kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan lingkungan," ujar Iman.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das'at, bersama Kepala UPT Puskesmas Pangkalan Baru, Maryati, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga sosial dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Keduanya berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat.
Bagi Rita Sahyuni, kegiatan itu menjadi berkah tersendiri. Dua putranya dapat menjalani khitan tanpa biaya, sesuatu yang menurutnya sangat membantu kondisi ekonomi keluarga.
"Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai orang tua, terutama dalam meringankan biaya khitan. Alhamdulillah, dua anak saya sekaligus telah dikhitan. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," ungkap Rita.
Sementara itu, Arjahel mengaku tidak hanya senang karena bisa mengikuti khitan secara gratis, tetapi juga karena pulang membawa doorprize utama.
"Terima kasih kepada EMP Bentu Limited dan Yayasan Bakrie Amanah. Semoga tahun depan kegiatan seperti ini kembali dilaksanakan agar lebih banyak teman yang bisa merasakan manfaatnya," ujar Arjahel.

