Satgas Pangan Pekanbaru Antisipasi Gejolak Harga Jelang Ramadan

Iwan-Simatupang-inspektorat.jpg
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang (LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Pekanbaru mulai mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru,  mengatakan kenaikan harga kerap dipicu oleh sentimen pasar saat mendekati hari besar keagamaan.

“Kadang ada sentimen harga pasar itu karena masyarakat akan menyambut hari besar keagamaan, sehingga kebutuhan meningkat,” ujar Iwan, Selasa 17 Februari 2026.

Untuk menekan potensi lonjakan harga, Disperindag Pekanbaru telah menjalin komunikasi dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kerja sama antar daerah dalam menjaga kelancaran distribusi pasokan menjelang Ramadan.



“Kita sedang berkomunikasi dengan daerah penghasil untuk kerja sama antar daerah dalam menyambut bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Menurut Iwan, koordinasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sehingga harga komoditas tetap terkendali di pasaran.

Selain faktor permintaan, kondisi cuaca ekstrem di wilayah produksi juga dinilai turut memengaruhi harga bahan pangan. Ia mencontohkan komoditas cabai merah yang rentan mengalami kenaikan harga akibat gangguan produksi.

“Faktor cuaca bisa saja mempengaruhi, misalnya komoditas cabai merah yang produksinya terganggu sehingga menyebabkan harga menjadi mahal,” ungkapnya.

Meski terdapat potensi kenaikan harga, Iwan memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Pekanbaru masih dalam kondisi aman untuk menghadapi Ramadan. Tim Satgas Pangan telah melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional, ritel modern, hingga swalayan.

Selain itu, inspeksi mendadak juga dilakukan ke sejumlah distributor guna memastikan tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga di tingkat distribusi.

“Kami bukan hanya memantau gejolak harga di pasaran, tetapi juga mengantisipasi potensi kenaikan harga di tingkat distributor,” pungkasnya.