RIAU ONLINE, PEKANBARU — Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam menekan lonjakan harga cabai merah di pasaran mulai membuahkan hasil.
Setelah beberapa pekan mengalami kenaikan tajam, kini harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional berangsur turun.
Pada Rabu 15 Oktober 2025, harga cabai merah di pasar-pasar tradisional wilayah Pekanbaru tercatat berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai merah asal Bukittinggi sempat melambung tinggi hingga menembus Rp120 ribu per kilogram.
“Minggu ini sudah mulai ada penurunan, walaupun belum terlalu signifikan. Sekarang sudah di angka Rp70 sampai Rp80 ribu,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, Kamis 16 Oktober 2025.
Iwan menjelaskan, penurunan harga ini tidak lepas dari serangkaian langkah strategis yang dilakukan Pemko Pekanbaru, di antaranya operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Melalui kegiatan tersebut, kata Iwan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho ingin memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di pasar tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dengan upaya yang dilakukan pemerintah kota seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah, kita banjiri pasar dengan komoditas yang mengalami kenaikan harga, termasuk cabai merah. Tujuannya agar harga bisa ditekan,” jelasnya.
Meski harga cabai mulai stabil, Iwan memastikan operasi pasar akan terus digelar hingga harga benar-benar normal.
“Ya, operasi pasar masih tetap kita lakukan sampai harga cabai betul-betul stabil,” pungkasnya.

