Aktual, Independen dan Terpercaya


Tim Pansel tak Permasalahkan Nizam Cabut Berkas Incar Posisi Dirut Bank Riau Kepri

Gedung-Menara-Bank-Riau-Kepri.jpg
(BANK RIAU KEPRI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketidakhadiran Calon Direktur Dana dan Jasa, Nizam atau sering dipanggil Nizam Putih, di hari pertama Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test), Kamis, 7 November 2019, mulai terungkap. 

Nizam tiba-tiba mencabut berkas pencalonannya sebagai Direktur Dana dan Jasa dan mundur dari medan pertarungan bertarung dengan enam calon lainnya. Mantan Direktur Dana dan Jasa tersebut memasukkan berkasnya kembali untuk posisi Direktur Utama (Dirut) saat ini sedang dibuka. 

"Boleh-boleh saja (pencabutan berkas lamaran dan memasukkan kembali berkasnya untuk posisi lainnya)," kata Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Dirut dan Direksi Bank Riau Kepri, Ahmad Syah Harrofie, kepada RIAUONLINE.CO.ID.

Sementara itu Nizam saat dihubungi RIAUONLINE.CO.ID, mencoba mengelak saat ditanyakan kenapa tak mengikuti ujian hari ini di Jakarta. Ia mempersilakan untuk menanyakan langsung ke Pj Sekdaprov, Ahmad Syah Harrofie. 

"Silakan tanyakan langsung ke Pak Sekdaprov. Konfirmasi ke Pak Sekda saja lah ya. Tak berhak menjawab saya. Saya lagi nyetir," kata calon direksi yang pernah ditolak oleh pemegang saham untuk menjabat kembali sebagai direktur di Bank Riau Kepri. 

Nizam kemudian mempersilakan untuk bertanya ke Pj Sekdaprov, karena ia mengaku sama sekali tak tahu siapa saja panitia seleksi. Ia saat mengikuti seleksi direksi hanya tahu mengirimkan berkas via pos ke Pansel. 

Dengan pencabutan berkas Nizam, maka ia dinyatakan gugur sebagai pelamar untuk posisi Direktur Dana dan Jasa. Kini, tinggal enam calon akan bertarung memperebutkan satu posisi tersebut. Keenam calon tersebut antara lain, Afrid Wibisono, Andi Mulya, Khaerul Fata, M Jazuli, MA Suharto, Yuharman. 

Sedangkan untuk Direktur Operasional, masih bertahan dengan lima pelamar, termasuk petahana atau incumbent, Deny Mulya Akbar. Deny diprediksi akan melenggang dengan mudah menyingkirkan empat pesaingnya, antara lain Ikhwan, Nusyirwan, Said Syamsuri, Tugiantoro. 

"Iya, ada satu orang tidak hadir, atas nama Nizam, jadi ikut UKK 11 orang," kata Penjabat Sekdaprov Riau ini.

Mengenai tes hari ini berupa Uji Kepatutan dan Kelayakan dilakukan Tim Pansel dengan mengusulkan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sebagai institusi penyelenggara kepada Gubernur Riau sebagai pemegang saham mayoritas. 

Para pelamar yang lolos ke tahap kedua akan mengikuti tes psikologi di hari pertama dan kompetensi secara panel di hari kedua, Jumat, 8 November 2019. 

Namun, Pj Sekdaprov tidak menjelaskan lebih jauh terkait ketidakhadiran Nizam itu. Apakah sengaja mundur dan ingin melamar di posisi Dirut saat ini masih berlangsung hingga 11 November mendatang, Ahmad Syah lebih memilih tertawa.

Ia hanya mengatakan, hal itu akan terjawab pada saat berkas lamaran jabatan Dirut itu diterima dan dibuka Tim Pansel. "Kita tunggu saja pembukaan berkas lamaran baru. Nanti 16 November 2019 akan kita buka berkas lamarannya," kata Ahmadsyah.

Saat ini, Tim Pansel PT BRK memang memperpanjang penerimaan pendaftaran untuk jabatan Dirut akibat sepinya pelamar di posisi ini. Pendaftaran via pos itu telah dibuka sejak 4 November 2019 lalu dan akan ditutup 11 November 2019 mendatang.

Tim Pansel terpaksa memperpanjang pendaftaran jabatan Dirut, karena sebelumnya baru dua calon yang lulus tes administrasi. Sementara persyaratannya, minimal harus ada tiga calon yang diusulkan untuk jabatan Dirut itu.

Pada pendaftaran priode pertama jabatan Dirut lalu itu, Tim Pansel menerima 5 berkas lamaran. Namun dari lima itu hanya dua calon yang lulus administrasi itu yakni, Dr Ir Andi Buchari MM dan Hendra Buana. (*)