Irvandi: Tak Mau Berisiko dan Lakukan Perubahan, Jangan Berbisnis

Dirut-Bank-Riaukepri-Irvandi-Gustari.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA
DIREKTUR Utama Bank Riaukepri, Irvandi Gustari (kiri), saat jadi pembicara dalam Seminar Internasional bertajuk Management Change In The Perspective of Human Resources Management, Management Risk and Marketing Management, Sabtu (30/1/2016), di Gedung Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktur Bank Riaukepri, Irvandi Gustari mengatakan, bagi seorang pengusaha, risiko dalam bisnis itu hal lumrah. Namun, sebaliknya, bagi dunia perbankan, hal tersebut merupakan peluang. 

 

Alasannya, kata Irvandi, dalam dunia usaha, semakin besar risiko maka potensi keuntungan yang didapat juga semakin besar. Risiko sesungguhnya bisa dikelola, dan bisa dimitigasi, kemudian menciptakan sebuah peluang keuntungan. (Baca Juga: Denny Mulia Akbar Ditunjuk Direktur Operasional Banki Riaukepri

 

"Itu kemudian, dianjurkan dalam bisnis sebuah managemen perusahaan untuk tidak menghindari resiko, namun berupaya bagaimana mengelola dan melakukan mitigasi yang baik," kata doktor ekonomi ini saat jadi pembicara dalam Seminar Internasional bertajuk Management Change In The Perspective of Human Resources Management, Management Risk and Marketing Management, Sabtu (30/1/2016), di Gedung Perpustakaan Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.

 

Pada acara tersebut, selain Irvandi Gustari, panitia juga menghadirkan dua pemateri lainnya, Prof Dr Nor'ain Othman dari Universiti Teknologi Mara Malaysia, serta Prof Christantius Dwiatmadja, ME, PhD, Dekan FEB UKSW Salatiga dengan moderator Dr. Emrizal Pakis, SE, MM.

 

Irvandi menjelaskan, jika dikaitkan dengan perubahan, penanganan risiko yang baik sangat dibutuhkan guna menumbuhkan peluang. Sedangkan untuk perubahan, tuturnya, dalam perusahaan atau sebuah bisnis, haruslah produktif dan dapat dilakukan secara bertahap dan total.

 

"Mau bertahap ataupun perubahan total, baiknya dua-duanya itu dilakukan sesuai dengan tingkat kebutuhan perubahan itu sendiri," kata anak mantan Wali Kota Pekanbaru Periode 1981-1986, Ibrahim Arsjad ini kepada RIAUONLINE.CO.ID, dalam  rilis yang dikirimkan. (Klik Juga: Jawab Kritik Mendagri, Andi Rachman Perintahkan Bank Riaukepri Prioritaskan UMKM

 

Perubahan dengan penyesuaian, jelasnya, merupakan perubahan dapat terjadi setiap saat dan harus siap menghadapinya dengan penyesuaian. "Perubahan total itu dapat dilakukan saat kita hendak melakukan perencanaan bisnis. Itu biasanya diikuti perubahan visi, perubahan misi hingga komponen strategi," kata Irvandi memberikan tips. 

 

Dalam era kompetitif atau persaingan saat ini, lanjutnya, sebaiknya yang dilakukan adalah percepatan. Dalam percepatan itu, hanya ada dua hal, yakni; speed dan kualitas.

 

"Artinya, kita boleh cepat, tapi kualitas jangan sampai ditinggalkan," kata Irvandi.

 

Untuk diketahui, kata Irvandi, lima atau sepuluh tahun lalu, Vietnam adalah negara jauh di bawah Indonesia, namun sekarang justru sejajar dengan Indonesia.

 

Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, katanya, ada sejumlah negara kini terus menggeliat maju, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura, namun Vietnam dahulu jauh di bawah Indonesia, tapi begitu cepat mengejar Indonesia. (Lihat Juga: Irvandi: Soal Gedung BRK, Meski Dijebak, Saya Tidak Terjebak

 

"Itu karena mereka melakukan percepatan perubahan, sementara Indonesia sejauh ini masih disibukkan dengan era reformasi yang belum selesai sampai dengan hari ini," katanya.

 

Untuk itu, demikian Irvandi, dibutuhkan upaya perubahan yang cepat, dan resiko yang muncul harus dimitigasi sehingga menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. 

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline