Bau Menyengat Menyebar ke Perkampungan di Siak, PT TKWL Akui Berasal dari Limbah

warga-keluhkan-bau-limbah.jpg
Warga menutup hidung mencium aroma tak sedap akibat limbah PT TKWL. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK - PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) mengakui bau menyengat yang dikeluhkan warga Kampung Buantan Lestari, Jayapura dan wilayah sekitarnya berasal dari proses pengolahan limbah pabrik perusahaan.

Humas PMKS PT TKWL 1 Siak, Rido Pratama Haryono, menjelaskan bau tersebut merupakan dampak dari proses pengolahan limbah yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Meski demikian, perusahaan mengaku terus berupaya meminimalkan bau agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

Menurut Rido, kuat atau lemahnya bau yang tercium warga dipengaruhi sejumlah faktor, seperti jarak permukiman, arah angin, serta kondisi cuaca.

Ia menuturkan, bau cenderung lebih menyengat pada malam hari dan saat musim hujan. Kondisi udara yang lebih tenang, angin yang lemah, serta kelembapan tinggi disebut memengaruhi penyebaran bau di sekitar area pengolahan limbah.

Rido menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan kerusakan instalasi pengolahan limbah. Berdasarkan peninjauan internal yang dilakukan perusahaan, sumber bau berasal dari proses pengolahan limbah, termasuk area kolam pengendapan, tumpukan endapan, dan saluran pengolahan.



“Sudah dilakukan peninjauan menyeluruh ke seluruh area pengolahan. Sumber bau teridentifikasi berasal dari proses pengolahan limbah itu sendiri, bukan kebocoran, bukan pembuangan liar, dan bukan kerusakan alat,” jelas Rido. 

Pengelolaan limbah cair dilakukan melalui instalasi pengolahan sebelum dibuang, sedangkan limbah padat dikelola sesuai prosedur dan diserahkan kepada pihak berizin.

Untuk mengurangi bau, perusahaan telah melakukan pemeliharaan instalasi pengolahan, menutup sumber bau semaksimal mungkin, menyesuaikan jadwal operasional, serta melakukan pemantauan harian di area pengolahan.

Hingga saat ini perusahaan belum menerima pengaduan tertulis resmi terkait keluhan bau tersebut. Namun, informasi yang disampaikan secara lisan, menurut perusahaan, tetap dicatat dan diteruskan kepada tim teknis untuk ditindaklanjuti.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan warga Kampung Buantan Lestari dan sekitarnya. Kami mohon maaf atas kondisi tersebut,” ungkap Humas Rido.

Rido menyatakan perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta membuka ruang koordinasi dengan masyarakat, tokoh adat, pemuda, media, dan pemerintah.

Keluhan bau yang tercium hingga kawasan permukiman menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan. Upaya pengurangan bau dan pemantauan lingkungan menjadi hal penting agar aktivitas industri tidak mengganggu kehidupan masyarakat setempat.