Akbid Huge Tembilahan Gelar Pelatihan Preseptorship dan Mentorship

Pelatihan-Preseptorship-dan-Mentorship-akbid.jpg

Laporan: M ZAENAL

RIAU ONLINE, TEMBILAHAN - Akademi Kebidanan (Aknid) Husada Gemilang (Huge) Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Pelatihan Preseptorship dan Mentorship, Selasa, 12 Desember 2017. Bertempat di aula Pondok Indragiri, pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Poltekes Bandung Yulinda Pulungan MPH.

Turut hadir sebagai peserta dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Puskesmas Gajah Mada, Puskesmas Tembilahan Hulu, Puskesmas Tembilahan Kota, Rumah bersalin Lestari, Rumah bersalin Bunda Puja, Rumah bersalin Nilam Sari dan Akademisi Akbid Huge.

"Perubahan kurikulum pendidikan kebidanan yang lebih berorintasi pada kompetensi tentunya memberikan implikasi pada berbagai perubahan termasuk dalam kesiapan tenaga pembimbing klinik dan pembimbing akademik dalam memberikan bimbingan agar mencapai kompetensi yang diinginkan," ungkap Direktur Akademi Kebidanan Huge Mia Rita Sari SSiT, MKes.

Pada kondisi ini maka peranan seorang Clinikal Instruktur (CI) sangat penting dalam setiap tahapan praktik peserta didik sejak di tatanan laboratorium sampai pada tatanan klinik atau lapangan nyata.

"Salah satu cara untuk mengembangkan mutu pembelajaran klinik adalah dengan menerapkan metode preseptorship dan mentorship yang baik," sebutnya.

Pengalaman praktek yang maksimal selama di lapangan praktek, katanya, akan dapat mengintegrasikan semua pengetahuan, keterampilan dan sikap mahasiswa yang akan menjadi bekal bagi mahasiswa setelah selesai dari institusi pendidikan.

"Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat memahami peran sebagai preseptor," ulasnya.

Diharapkan juga, para peserta mampu menguasai kompetensi praktik kebidanan sesuai dengan evidence based, serta menguasai asuhan kebidanan yang komprehensif dan mampu melaksanakan bimbingan klinik. Sehingga mempunyai pola bimbingan yang sama antara pembimbing dari pendidikan dengan dari lahan praktik.

Selain itu juga mampu mengevaluasi keterampilan klinik dengan menggunakan daftar tilik sampai mahasiswa kompeten baik di model atau phantom maupun di klien langsung.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id