Tangis Pilu Seorang Ayah: Anak Saya Hancur Karena Narkoba, Pak

Tangis-Pilu-Seorang-Ayah-di-Panipahan-Anak-Saya-Hancur-Karena-Narkoba-Pak.jpg
Pria di Panipahan menangis karena anaknya menjadi korban jeratan narkoba (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Seorang pria lansia di Panipahan menyampaikan keluh kesah yang begitu menyayat hati di hadapan pejabat pemerintah dan aparat kepolisian. Dengan suara bergetar dan penuh emosi, ia memohon perhatian atas nasib anaknya yang disebut telah hancur akibat jeratan narkoba.

“Anak saya hancur karena narkoba, Pak Camat… tolong Pak Camat,” teriaknya di tengah kerumunan warga.

Teriakan tersebut sontak menyita perhatian masyarakat yang berada di lokasi. Suasana yang semula riuh berubah menjadi haru. Banyak warga yang tampak terdiam, bahkan tak sedikit yang ikut merasakan kepedihan yang disampaikan pria lanjut usia tersebut.

Ungkapan hati sang kakek itu bukan sekadar keluhan pribadi, tetapi juga menjadi gambaran keresahan yang dirasakan masyarakat luas terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut. 

Ia seolah mewakili suara banyak orang tua yang mengalami hal serupa kehilangan harapan melihat anak-anak mereka terjerumus dalam dunia gelap narkotika. Aksi penuh emosi tersebut kemudian viral di media sosial, khususnya melalui akun Facebook Indah Nya Bersama Rizal. 

Video itu pun langsung dibanjiri berbagai komentar dari netizen yang menunjukkan rasa simpati dan dukungan.

"Nangis aku wee sumpah," tulis Marlina, mengungkapkan rasa harunya.


"Semoga sehat selalu untuk uwak," sahut Ike dengan emotikon sedih.

"Gue salut lihat gaya kakek itu," timpal Supratman.

Sementara itu, Alfadino menuliskan, "Orang tua mana yang tidak hancur melihat anaknya rusak karena narkoba."

Dukungan juga datang dari Siti Rohana yang menyampaikan rasa bangganya terhadap masyarakat setempat. 

"Salut dan bangga sama masyarakat Panipahan," ujarnya.

Tak ketinggalan, Sutrisno Wijaya turut memberikan semangat. 

"Tetap semangat pak memberantas narkoba," tulisnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa dampak narkoba tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga merusak keluarga hingga menyisakan luka mendalam bagi orang-orang terdekat. 

Tangisan seorang ayah yang melihat anaknya terpuruk menjadi simbol nyata betapa seriusnya ancaman narkotika di tengah masyarakat.

Masyarakat pun berharap, suara lirih penuh harap dari pria lansia tersebut dapat mengetuk hati para pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan serius dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di wilayah Panipahan.