Karhutla Kembali Usai Kunjungan Wapres, Menteri, dan Kapolri

Karhutla-Kembali-Usai-Kunjungan-Wapres-Menteri-dan-Kapolri.jpg
Karhutla di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir (Istimewa)

RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kembali memburuk usai kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat tinggi negara seperti beberapa Menteri dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 

Api masih berkobar di sejumlah titik, terutama di lahan sawit dan kebun pisang milik warga di Kecamatan Kubu dan sekitarnya. Warga mengaku kelelahan menghadapi kabut asap yang terus-menerus menyelimuti daerah mereka. Kondisi diperparah oleh angin kencang yang membuat penyebaran asap semakin cepat dan luas.

"Api masih menyala, dan kabut asap makin tebal. Kalau malam, bau asap makin terasa masuk ke rumah. Anak-anak jadi batuk-batuk dan susah tidur," ujar Maisy Mahyudin, warga Desa Kubu Babussalam, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Kendati hujan sempat mengguyur sebagian wilayah Riau seperti Kota Pekanbaru, namun berkah tersebut belum menyentuh kawasan Rokan Hilir. Kondisi cuaca yang kering dan angin timur yang kuat memperparah penyebaran api dan asap.


"Kami sudah berusaha memadamkan dengan alat seadanya, tapi api cepat menyebar lagi karena angin sangat kencang," lanjut Maisy Mahyudin.

Kunjungan pejabat negara beberapa waktu lalu sempat memberi harapan pada warga bahwa penanganan karhutla akan ditingkatkan. Namun kenyataan di lapangan masih menunjukkan lemahnya penanganan dan minimnya dukungan peralatan maupun personel di wilayah paling terdampak.

Warga berharap pemerintah pusat segera menurunkan bantuan nyata, termasuk penambahan pasukan pemadam, helikopter water bombing, dan pendirian posko kesehatan darurat.

"Kami bukan cuma butuh janji, kami butuh solusi. Jangan tunggu kami sesak napas semua baru bertindak,” pungkas Maisy.