Jalan Tertutup Asap Karhutla di Rohil, Warga Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Jalan-Tertutup-Asap-Karhutla-di-Rohil-Warga-Minta-Presiden-Prabowo-Turun-Tangan.jpg
Kondisi kabut asap di Desa Sei Gajah, Kecamatan Kubu, Minggu, 20 Juli 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Desa Sei Gajah, Kecamatan Kubu, di mana kabut asap tebal kini menyelimuti permukiman warga dan jalanan utama. 

Warga pun mulai panik dan meminta bantuan langsung dari pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari video yang diterima redaksi RiauOnline, jarak pandang di beberapa titik, termasuk di kawasan KM31 Kecamatan Kubu, menurun drastis akibat asap yang menyelimuti. 

Sejumlah pengendara mengaku kesulitan melintas karena jarak pandang yang hanya beberapa meter.

“Ngeri kali jalan, tak nampak sama sekali. Kami takut kecelakaan,” ujar Rahmat (34), seorang pengendara sepeda motor yang biasa melintas ke arah Kubu, Jumat, 19 Juli 2025.

Tak hanya pengendara, warga pun merasa cemas dengan kondisi udara yang semakin memburuk. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan terdampak kabut asap yang pekat dan menyengat.


“Sudah beberapa hari ini kami sulit bernafas, mata perih, dan udara di luar sangat buruk. Kami mohon pemerintah pusat turun tangan,” kata Nuraini (46), warga Desa Sei Gajah.

Menurut warga, hingga saat ini upaya pemadaman belum menunjukkan hasil yang signifikan. Api masih membara di beberapa lahan gambut yang sulit dijangkau. 

Warga menyebut bahwa bantuan dari pusat sangat diperlukan, baik dalam bentuk tim pemadam tambahan, peralatan pemadaman modern, maupun logistik bagi warga terdampak.

"Kami mohon Pak Presiden Prabowo bisa mendengar suara kami. Tolong kirimkan bantuan ke Rohil, khususnya Kecamatan Kubu. Kami sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah,” ujar Suparman, tokoh masyarakat setempat.

Suasana di beberapa desa seperti Sei Gajah digambarkan sangat mencekam. Banyak warga memilih untuk tetap berada di dalam rumah, sementara sebagian lainnya mulai mempertimbangkan evakuasi jika kabut asap tidak kunjung reda.

Warga berharap perhatian pemerintah pusat segera datang agar bencana ini tidak terus meluas dan membahayakan keselamatan jiwa.