RIAU ONLINE, ROHUL - Sejumlah sopir truk dan bus yang melintasi Jalan Tambusai Tengah hingga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sekelompok warga yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan dalih pemeliharaan jalan.
Aksi pungutan tersebut dilakukan oleh oknum warga yang mengatasnamakan diri sebagai Kelompok Masyarakat Desa Batang Kumu dan Kelurahan Tambusai Tengah.
Mereka meminta uang sebesar Rp50.000 kepada setiap sopir truk dan bus yang melintas, dengan alasan untuk retribusi perbaikan jalan lintas Dalu-Dalu–Kumu.
Namun, pungutan ini dinilai sangat memberatkan oleh para sopir, yang menyebutkan nominal tersebut tidak masuk akal.
"Rp50 ribu ini terlalu besar, bang, kalau Rp10 ribu masih okelah," ujar salah satu sopir dalam sebuah video yang beredar dan diterima Redaksi RiauOnline pada Selasa, 15 Juli 2025.
Video tersebut menunjukkan percakapan antara sopir truk dan beberapa warga yang bersikeras memungut uang retribusi.
Meski sopir berusaha menawar agar cukup membayar Rp10.000, warga tetap menolak dan meminta pembayaran penuh sebesar Rp50.000 untuk sekali melintas.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sopir lainnya, yang merasa bahwa mereka tidak mendapatkan kejelasan mengenai dasar hukum atau legalitas dari retribusi tersebut.
"Kalau memang resmi, mana suratnya? Karcisnya pun hanya kertas biasa. Kami bukan tidak mau bayar, tapi harus jelas dan wajar,” ungkap seorang sopir lainnya.
Tidak hanya itu, dalam daftar kelompok masyarakat di Desa Batang Kumu, ada tanda tangan mengatasnamakan Camat dan Lurah Tambusai.
Menanggapi laporan dan video yang beredar, pihak Kepolisian Resor Rokan Hulu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) langsung bergerak ke lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya pungutan liar.
Kasatreskrim Polres Rohul, AKP Rejoice Benedicto Manalu, membenarkan bahwa pihaknya telah menerjunkan anggota ke lokasi yang dimaksud. Namun, saat tim kepolisian tiba di sana, tidak ditemukan aktivitas pungli seperti yang terekam dalam video.
"Anggota sudah ke lokasi, namun tidak ada dijumpai aktivitas tersebut,” ujar AKP Rejoice saat dikonfirmasi RiauOnline.
Mantan Kapolsek Payung Sekaki itu juga menambahkan bahwa pihaknya sudah memintai keterangan terhadap orang-orang yang ada di dalam video tersebut.
Namun, hingga kini, sopir truk yang menjadi korban dalam rekaman belum berhasil ditemukan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Orang yang dalam video sudah kita mintai keterangan, namun si supir yang dimintai uang belum kita temukan," tambahnya.
Kejadian ini memicu keprihatinan di kalangan masyarakat dan pengguna jalan, yang berharap agar aparat penegak hukum bisa lebih sigap dalam menangani kasus pungli, terlebih jika mengatasnamakan masyarakat dan menggunakan alasan perbaikan jalan.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Rohul masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar terjadi pungli dan apakah ada unsur pemaksaan atau pelanggaran hukum lainnya dalam praktik tersebut.

