Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Tapung Hulu Dilarikan ke Puskesmas

Diduga-Keracunan-Usai-Santap-MBG-Puluhan-Siswa-di-Tapung-Hulu-Dilarikan-ke-Puskesmas.jpg
Puluhan siswa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 18 Agustus 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Puluhan siswa di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 18 Agustus 2026.

Sejumlah siswa mengalami keluhan seperti pusing, mual, muntah hingga diare. Para siswa yang membutuhkan penanganan medis kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Tapung, Puskesmas Tapung Hulu, serta Rumah Sakit Tandun milik PTPN V.

Informasi sementara, siswa yang mengalami gangguan kesehatan berasal dari SMKN 1 Tapung Hulu dan SDN 08 Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu. Jumlah korban masih memungkinkan bertambah karena proses pendataan dan observasi terhadap siswa masih dilakukan.

Salah seorang guru SMKN 1 Tapung Hulu mengatakan, keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa setelah mereka mengonsumsi makanan MBG.

“Awalnya beberapa siswa mengeluhkan mual, pusing dan muntah, kemudian ada juga yang mengalami gangguan pencernaan. Keluhan tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan MBG,” ujar guru tersebut.

Makanan yang dikonsumsi para siswa diketahui diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Tunas Maju Karya. SPPG tersebut beralamat di Desa Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.



Peristiwa tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar. 

Wakil Bupati Kampar, Misharti, turun langsung meninjau kondisi para siswa yang menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Misharti membenarkan adanya puluhan siswa yang menjalani observasi setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG.

“Kami sedang melihat dan meninjau dugaan keracunan yang dialami oleh anak-anak kita, siswa SMK yang ada di Tapung Hulu. Tadi malam ada sekitar tujuh orang dan sudah keluar. Pagi ini ada sekitar 40 anak yang dilakukan observasi terkait dengan kondisi kesehatan mereka,” kata Misharti, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa tersebut.

Misharti menegaskan, pihak Satgas SPPG akan segera melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. Evaluasi juga akan dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan melalui program MBG memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

“Kami akan melakukan investigasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk tindakan tegas serta pembinaan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegasnya.

Hingga kini, para siswa yang menjalani perawatan dan observasi masih mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan. Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.