RIAU ONLINE, KAMPAR - Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau memastikan elevasi atau ketinggian permukaan air Waduk PLTA Koto Panjang masih dalam batas aman, meski kerap diguyur hujan.
Ketinggian permukaan air waduk berada di angka 79,14 MDPL pada Senin, 29 Desember 2025.
"Berdasarkan hasil pemantauan, elevasi waduk tercatat berada di angka 79,14 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ujar Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah melalui Erikmon.
Ia menjelaskan, debit air masuk atau inflow ke waduk tercatat sebesar 595,06 meter kubik per detik (m³/s), sementara debit air keluar melalui turbin atau outflow berada di angka 229,56 m³/s.
Dibandingkan pantauan Minggu kemarin, elevasi waduk mengalami kenaikan sebesar 1,15 mdpl dalam kurun waktu 24 jam.
Menurutnya, meskipun ada kenaikan elevasi air, namun angka elevasi masih dalam kategori rendah dan aman. Sehingga manajemen tidak melakukan Spillway atau pembukaan pintu air.
Lanjutnya, spillway dilakukan apabila permukaan air waduk mencapai 83,00 MDPL dan inflow yang masuk ke waduk berada di angka 1.000 m³/s.
Selain itu, pembukaan spillway juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release, yaitu pembukaan dini untuk mengantisipasi debit air berlebih yang diprediksi akan masuk ke waduk berdasarkan perhitungan teknis.
"Perhitungan early release mengacu pada prediksi curah hujan dari BMKG serta kondisi elevasi waduk terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW)," jelasnya.
Pembukaan spillway juga dapat dilakukan apabila pembangkit tidak mampu beroperasi, baik akibat gangguan peralatan listrik maupun ketika elevasi waduk berada pada atau di bawah 73,50 MDPL.

