RIAU ONLINE - Bantuan pangan 360 ribu ton beras telah disalurkan Kementerian Pertanian selama Juli 2025. Penyaluran bantuan sosial (bansos) ini merupakan upaya perlindungan sosial untuk keluarga rentan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan penyaluran bantuan ini juga menjadi simbol kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bukti nyata kehadiran negara untuk menjaga daya beli rakyat, mengurangi beban rumah tangga, dan memastikan akses terhadap bahan pangan pokok, terutama beras,” ucap Mentan Amran, dikutip dari Liputan6.com, Minggu, 13 Juli 2025.
Mentan Amran menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan dan distribusi bansos ini agar tidak salah sasaran.
Ia mewanti-wanti Bulog untuk memastikan program ini tidak bocor atau dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Bansos sudah pemerintah lepas langsung ke rakyat. Tapi untuk SPHP, saya tegaskan: Bulog agar hati-hati. Jangan sampai bocor atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya minta tidak tegas mafia pangan,” kata Mentan.
Pernyataan tersebut didorong oleh temuan Satgas Pangan Bareskrim Polri yang sedang menyelidiki dugaan pelanggaran oleh sejumlah produsen besar terkait distribusi beras yang tidak sesuai standar.

