Asap Tebal dan Udara Berbahaya Sambut Pagi Jokowi di Riau

Jokowi-Mendarat-di-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HUMAS BNPB)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disertai kualitas udara berbahaya menyambut pagi Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hari kedua, Selasa, 17 September 2019. 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sukisno menyatakan, jarak pandang di Pekanbaru pagi ini hanya 800 meter.

Sementara kualitas udara Pekanbaru bisa diakses melalui laman resmi BMKG mencapai 343 mikrogram per meter kubik (µg/m3) atau melampaui nilai ambang batas (NAB) harian PM10 sebesar 150 µg/m3. Angka itu masuk dalam kategori berbahaya.

BMKG mengukur kualitas udara dengan parameter kandungan PM10 (partikulat matter 10) yaitu partikel yang ada di udara berukuran di bawah 10 mikrogram sehingga bisa membahayakan bila terhirup oleh manusia.

Sementara itu, BMKG menyatakan terdapat 60 titik panas menyebar di Riau, dengan 41 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat karhutla.

Selain Pekanbaru, kabut asap pekat juga menyelimuti Pelalawan, Rengat, Dumai dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.

Menggunakan pesawat Kepresidenan, Jokowi mendarat di Pekanbaru Senin malam, 16 September 2019, saat asap tebal selimuti ibukota Provinsi Riau tersebut. 

Ia langsung menggelar Rapat Koordinasi Karhutla bersama kepala daerah di Riau, menteri, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BNPB serta para pihak terkait lainnya, di Hotel Novotel, pukul 19.00-30.30 WIB.