Puluhan Jenderal dan 5 Kapolda Kumpul di Pekanbaru, Mampukah Jerat Perusahaan Pembakar Lahan?

Karhutla-di-Tanah-Putih-Rohil.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Puluhan jenderal serta lima Kepala Polda di Pulau Sumatera selama dua hari ini berada di Pekanbaru, Rabu-Kamis, 9-10 Agustus 2017. 

Para jenderal itu dikumpulkan untuk menghadiri monitoring, evaluasi dan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Provinsi Riau saat ini dijadikan percontohan dalam penanganan karhutla dianggap sukses. 

"Ini merupakan program dari Kapolri. Makanya pada hari ini kami kumpulkan kapolda-kapolda di Sumatera, seperti Riau, Aceh, Sumatera Utara, Jambi dan Sumatera Selatan," Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, Rabu, 9 Agustus 2017, di Hotel Pangeran. 

Baca Juga: 

Inilah 11 Perusahaan Pembakar Lahan Yang Mendapat SP3 Dari Polda Riau

Inilah Alasan Polda Riau Terbitkan SP3 Untuk 15 Perusahaan

Ia menjelaskan, kelima provinsi tersebut, merupakan rawan Karhutla. "Selama mereka berada di Riau. Tentunya banyak sekali ilmu bisa diserap dalam pertemuan ini. Di sana kami melakukan monitoring, evaluasi dan juga asistensi terhadap penanganan karhutla," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu. 

 

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, tidak hanya Polri. Rapat kali ini juga melibatkan beberapa pihak terkait seperti TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KlHK) serta korporasi.

Fokus acara di hari pertama, Rabu, 9 Agustus 2017, diharapkan para Kapolda ini mampu mencegah dan menegakkan hukum bagi siapa saja terlibat melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Kita harapkan ini efektif 100 persen. Penegakan hukum dilakukan Polri beserta pihak terkait, juga dilakukan baik secara perdata maupun administrasi," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline