RIAU ONLINE, PEKANBARU - Cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino berpotensi memicu sejumlah permasalahan, baik bagi lingkungan, maupun bagi Kesehatan.
Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama menjelaskan, fenomena ini akan membawa perubahan suhu dan iklim yang signifikan di tengah masyarakat.
"Masalah kesehatan yang bisa muncul (dari) kebakaran hutan, polusi udara, angin kering, menyebabkan mukosa saluran nafas kering jadi lebih rentan batuk, pilek, ISPA, pneumonia, asma, alergi," kata Ngabila," dikutip dari Kumparan, Sabtu, 4 April 2026.
Ngabila menjelaskan, Udara kering akibat fenomena alam ini akan membuat mukosa saluran napas menjadi kering.
Kondisi ini akan membuat tubuh lebih rentan mengalami batuk, pilek, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, asma, hingga alergi.
Paparan panas ekstrem akibat El Nino juga disebut memicu stres panas yang berdampak pada sistem sirkulasi, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Ngabila memaparkan, kondisi ini juga membawa risiko sendiri bagi Kesehatan tubuh. Risiko yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi, diare, heat exhaustion, heat stroke, hingga yang terburuk adalah risiko kematian.
Di sisi lain, kemarau panjang juga berpotensi menyebabkan kekeringan yang berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
"Stress panas bisa mengganggu sirkulasi pembuluh darah untuk komorbid penyakit kronis, diare karena sumber air bersih berkurang, dehidrasi, heat exhaustion, heat stroke, sampai kematian," jelasnya.
Masyarakat juga diimbau melakukan sejumlah langkah penting untuk mengantisipasi kondisi ini. Salah satunya adalah menggunakan masker untuk menjaga kelembapan saluran napas sekaligus melindungi diri dari paparan polusi udara, khususnya partikel berbahaya seperti PM 2.5.
Selain itu, masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 10.00 hingga 15.00 saat paparan panas berada di puncaknya.
"Minum sebelum haus, minum 3-4 L per hari, hindari diuresis jadi kurangi minum teh dan kopi, rajin cuci tangan, vaksinasi flu, pneumonia, typhoid, pakai pakaian cerah, pakai topi atau payung, kacamata hitam, sunscreen, alas kaki di jam 10.00-15.00," pungkasnya.

