RIAU ONLINE, PEKANBARU - Insiden tewasnya remaja berusia 14 tahun, Adzanue Fatir Alvaro usai menabrak bagian belakang truk yang terparkir di Jalan SM Amin, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru, Selasa, 20 Oktober 2026 masih menyisakan tanda tanya.
Dalam insiden itu, sepeda motor matic dengan nomor polisi BM 5665 LQ yang dikemudikan korban, Adzanue, menabrak truk Hino BM 8186 YU yang parkir di bahu jalan. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan tewas di lokasi kejadian.
Meski sepekan sudah berlalu, ada hal yang janggal bagi kerabat dan teman korban atas kematian Adzanue Fatir Alvaro. Kasus ini bahkan mendapat sorotan dari sejumlah warganet usai diunggah Instagram @pekanbarutive, Selasa, 20 Oktober 2026.
Sejumlah warganet yang mengaku ada di lokasi kejadian menyebut korban sempat dikejar Tim RAGA Polda Riau.
"Awal mulanya dikejar Tim RAGA, pas korban lari posisinya jauh dan lumayan kencang motornya. Tim RAGA main pukul, kalau menang buat memberhentikan harusnya ditutup jalan. Ini memang sengaja dipukul. Otomatis korban panik dan pas korban kecelakaan Tim RAGA yang mengejar hilang kemana," tulis akun Gioma****.
Bahkan ada warganet yang menandai akun Tim RAGA @urcragapoldariau.
"Jangan diam dan tidak tau apa-apa. Saksi banyak," tulis mas****.
"Kata saksi mata di lokasi, korban bawa motor kencang dan ada kawannya naik motor sekitar 5 motor lainnya. Pas di lokasi gelap korban nabrak truk bawa muatan sawit dan kawan kawannya kabur," ujar Isaf_*****.
Komentar Isag tersebut langsung dibantah oleh akun btk_v****. "Yang kabur itu bukan temannya, izin meluruskan, dia dipepet Tim RAGA dan usai nabrak Tim RAGA kabur, " tulisnya.
Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang belum menanggapi terkait kabar tersebut saat RIAU ONLINE meminta konfirmasi.
Adzanue Fatir Alvaro tewas di Jalan SM Amin jalur timur, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, usai menabrak bagian belakang truk yang sedang parkir.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Korban Adzanue Fatir Alfaro, warga Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio BW Wicaksana mengatakan korban mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Diduga pengendara sepeda motor Honda Vario tidak berhati-hati saat berkendara dan tidak memperhatikan situasi lalu lintas di depannya sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan," ujar Satrio, Selasa siang.
Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BM 5665 LQ dari arah utara menuju selatan di Jalan SM Amin jalur timur.
Setibanya di lokasi kecelakaan, sepeda motor yang dikendarai korban menabrak bagian belakang truk Hino bernomor polisi BM 8186 YU. Truk tersebut sedang parkir di sisi timur jalan dan dikemudikan oleh Perengki Panjaitan.
"Benturan keras membuat korban mengalami luka berat di bagian kepala. Nyawa korban tidak tertolong dan korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)," ungkapnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.
Akibat kecelakaan tersebut, truk Hino mengalami kerusakan pada bagian belakang, sedangkan sepeda motor Honda Vario mengalami kerusakan pada bagian depan.

