RIAU ONLINE, PEKANBARU — Longsor yang terus mengikis tepian anak sungai di Jalan Nelayan Ujung, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, mengancam keselamatan warga.
Melalui akun media sosial instagramnya, Yesi Ramjani menuturkan jarak longsoran dilaporkan kini hanya menyisakan sekitar dua meter dari rumah warga, di tengah pembangunan jembatan yang masih berlangsung.
Warga berharap Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho segera turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi tanah dan mengambil langkah penanganan guna mencegah longsor semakin meluas.
Dalam unggahannya, pemilik akun media sosial instagram @yesiram_ ini menduga aktivitas alat berat selama pembangunan jembatan menimbulkan getaran kuat yang berdampak pada kestabilan tanah di tepian sungai. Selain itu, derasnya aliran air saat pintu air dibuka disebut memperparah pengikisan tanah di samping dan belakang rumahnya.
Warga mengungkapkan, longsoran telah mencapai lebih dari 10 meter. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena tanah terus terkikis, sementara pekerjaan pembangunan jembatan belum selesai.
“Saya memohon bantuan dan perhatian Bapak terkait dampak pembangunan jembatan di Jalan Nelayan Ujung Rumbai yang saat ini mengancam keselamatan rumah dan keluarga saya,” tulisnya di akun Instagram miliknya, dikutip RIAU ONLINE, Selasa, 27 Oktober 2026.
Warga tersebut juga mengaku telah menyampaikan pengaduan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui RT, RW, lurah, dan camat sejak sekitar dua bulan lalu. Namun, hingga pengaduan disampaikan melalui media sosial, warga menyebut belum ada tanggapan maupun tindakan langsung dari Dinas PU untuk melakukan survei ke lokasi.
Selain itu, laporan telah disampaikan melalui layanan pengaduan 112. Akan tetapi, menurut warga, belum ada petugas Dinas PU yang datang untuk memeriksa kondisi rumah dan tanah di sekitar lokasi longsor.
Pihak kecamatan disebut telah meninjau lokasi dan membuat surat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS). Meski demikian, warga mengaku belum melihat tindak lanjut nyata untuk menangani persoalan tersebut.
“Pihak kecamatan memang sudah datang meninjau kondisi rumah saya dan membuat surat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS), tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang nyata,” tulisnya.
Dalam upaya mencegah longsor semakin mendekati rumah, keluarga tersebut mengaku telah dua kali memasang kayu sebagai penahan tanah. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil karena kayu-kayu tersebut terseret derasnya arus sungai.
Kondisi ini membuat keluarga semakin khawatir, terlebih pengikisan tanah disebut masih berlangsung dan jarak longsoran dengan rumah semakin dekat.
“Kami sekeluarga sudah berupaya menahan longsoran menggunakan kayu sebanyak dua kali. Namun, kayu-kayu tersebut tetap terseret derasnya arus sungai,” ungkap warga.
Melalui pengaduannya, warga meminta Wali Kota Pekanbaru menginstruksikan instansi terkait untuk segera turun langsung, melakukan survei, dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Saya memohon kepada Bapak Wali Kota agar dapat segera membantu menindaklanjuti permasalahan ini dengan menginstruksikan pihak terkait untuk turun langsung melakukan survei dan mengambil tindakan penanganan secepatnya,” tulisnya.
Warga berharap pemerintah segera merespons keluhan tersebut agar potensi longsor tidak semakin membesar dan keselamatan keluarga yang tinggal di sekitar lokasi dapat terlindungi.

