RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa, 29 September 2026, pagi. Berdasarkan data indeks kualitas udara (AQI) yang ditampilkan pada pukul 08.00 WIB, nilai AQI Pekanbaru mencapai 188.
Data tersebut menunjukkan polutan utama yang memengaruhi kualitas udara adalah particulate matter (PM)2.5 dengan konsentrasi mencapai 107,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut terjadi di tengah masih ditemukannya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada pukul 23.00 WIB, tercatat 1.160 titik panas di wilayah Sumatera.
Provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak adalah Sumatera Selatan sebanyak 683 titik, disusul Jambi 217 titik, Bangka Belitung 134 titik, Lampung 73 titik, Sumatera Utara 23 titik, Aceh 11 titik, Sumatera Barat 7 titik, serta Riau sebanyak 12 titik.
Untuk wilayah Riau, 12 titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten. Rinciannya, Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, Siak 2 titik, dan Indragiri Hulu 3 titik.
Sementara itu, kondisi cuaca di Pekanbaru pada pagi hari menunjukkan suhu sekitar 27 derajat Celsius, kecepatan angin 6 kilometer per jam dan kelembapan 78 persen.
Kondisi kualitas udara dengan AQI 188 tersebut masuk kategori tidak sehat, sehingga masyarakat, khususnya kelompok sensitif, perlu memperhatikan kondisi udara dan mempertimbangkan aktivitas di luar ruangan.

