RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kota Pekanbaru kembali diselimuti kabut asap pada Selasa pagi, 29 September 2026. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali memengaruhi kualitas udara di wilayah ibu kota Provinsi Riau.
Pantauan dari situs IQAir.com, kualitas udara pada pukul 07.00 WIB menunjukkan kondisi udara Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan data indeks kualitas udara (AQI⁺), nilai indeks tercatat mencapai 173 AQI US. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 87,4 µg/m³.
Kondisi tersebut terjadi saat cuaca Pekanbaru berada pada suhu sekitar 26 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 5 kilometer per jam dan tingkat kelembapan mencapai 93 persen.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru juga membuat jarak pandang dan kondisi udara pagi hari terasa kurang nyaman bagi masyarakat.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia serta warga yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
Penggunaan masker dan upaya mengurangi paparan udara luar juga dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan diri selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Kondisi kualitas udara ini menunjukkan bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru masih perlu diwaspadai, terutama jika konsentrasi PM2.5 terus meningkat dalam beberapa jam ke depan.

