RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, akhirnya angkat bicara terkait berbagai tuduhan yang menyeret namanya, mulai dari isu permintaan uang hingga dugaan pengumpulan handphone dalam rapat bersama jajaran perangkat daerah.
Dalam pernyataannya usai sidang, Abdul Wahid menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan cenderung didramatisir oleh pihak-pihak tertentu.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang dipersoalkan terjadi saat dirinya baru pertama kali terpilih sebagai gubernur dan tengah memimpin rapat persiapan kerja pemerintahan.
"Saya ingin luruskan, tidak ada sama sekali saya meminta uang. Itu tidak pernah terjadi. Arahan yang saya sampaikan saat itu adalah dalam konteks rapat persiapan turun ke lapangan," tegas Abdul Wahid, Senin, 30 Maret 2026.
Abdul Wahid memaparkan, rapat tersebut bertujuan untuk menyatukan langkah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar siap turun langsung menyerap aspirasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), bukan hanya gubernur semata.
"Saya sampaikan bagaimana kita mempersiapkan diri, bagaimana menampung aspirasi masyarakat, dan bahwa tanggung jawab mengurus daerah itu bukan hanya gubernur, tapi juga seluruh SKPD. Itu yang saya tekankan, tidak ada hal mencurigakan," ujarnya.
Abdul Wahid juga membantah keras isu yang menyebut adanya pengumpulan handphone dalam rapat tersebut. Menurutnya, hal itu tidak pernah terjadi.
"Pengumpulan handphone itu tidak ada. Tidak pernah sama sekali saya lakukan. Semua SKPD hadir dalam rapat itu dan tidak ada pengumpulan handphone. Itu hanya dramatisir," katanya.
Lebih lanjut, ia menyinggung pihak-pihak yang diduga mencoba membangun opini negatif terhadap dirinya. Ia meminta publik untuk menilai secara objektif dengan melihat fakta yang ada.
"Kalian tahu siapa kepala UPT sebenarnya, siapa Kepala Dinas PU, silakan baca dan lihat sendiri. Jangan sampai ada yang menggiring opini," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wahid juga menjelaskan pernyataannya terkait istilah “matahari satu” yang sempat menjadi perbincangan. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut dimaksudkan untuk meneguhkan bahwa kepemimpinan daerah hanya berada di satu tangan, yakni gubernur.
"Saya ingin menegaskan bahwa gubernur itu satu. Tidak ada gubernur dua atau tiga. Undang-undang sudah jelas mengatur itu. Pemerintahan harus berjalan dengan satu visi dan misi sesuai janji kampanye," jelasnya.
Terkait isu evaluasi jabatan di lingkungan pemerintahan, Abdul Wahid menegaskan bahwa proses tersebut merupakan hal yang wajar dan sesuai aturan. Ia menyebut, evaluasi bukan dilakukan oleh gubernur secara langsung, melainkan oleh pejabat terkait sesuai ketentuan.
"Evaluasi itu memang harus dilakukan. Yang melaksanakan adalah eselon III dan IV melalui kepala OPD, bukan saya langsung. Semua ada aturannya, berdasarkan Permenpan dan BKN," katanya.
Abdul Wahid juga menyinggung adanya pihak-pihak yang tidak ingin posisinya digeser sehingga diduga memunculkan tuduhan yang tidak berdasar.
"Mungkin ada yang merasa nyaman dengan jabatannya dan tidak mau digeser, lalu muncul niat tidak baik. Justru kepala UPT inilah yang punya niat tidak baik," tegasnya.
Abdul Wahid kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan ataupun meminta uang kepada siapa pun.
"Saya tidak pernah memerintahkan, tidak pernah meminta uang. Silakan tanya ke Kepala UPT, tanya ke Kadis PU. Tuduhan itu tidak berdasar, itu fitnah," ujarnya.
Meski demikian, ia menyatakan siap menjalani seluruh proses yang ada sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pemimpin.
"Saya sebagai pemimpin harus mempertanggungjawabkan ini. Saya jalani proses ini dengan baik," katanya.
Ia juga menjelaskan alasan dirinya selama ini tidak banyak memberikan pernyataan ke publik.
"Kenapa saya tidak banyak speak up, karena menurut saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tuduhan itu sangat naif," ungkapnya.
Abdul Wahid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau atas polemik yang terjadi, sekaligus memohon doa agar dirinya diberi kekuatan menghadapi cobaan ini.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau atas peristiwa ini. Saya juga mohon doa agar saya kuat menghadapi cobaan ini. Insyaallah, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri," tutupnya.

